Jelang Agustusan, Permintaan Bambu Meningkat

Editor: Satmoko Budi Santoso

148

LAMPUNG – Memasuki bulan Agustus yang identik dengan bulan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, permintaan akan bambu mulai mengalami peningkatan.

Khoirun (34) salah satu warga Dusun Cilamaya, Desa Bakauheni, menyebut, permintaan bambu untuk dijual kembali untuk kegiatan Agustusan. Ia bahkan memastikan permintaan bambu yang semula kerap hanya digunakan sebagai pagar serta bahan bangunan, kini diminta untuk umbul-umbul dan tiang bendera.

Sebagai pemilik kebun di aliran sungai yang ditumbuhi bambu, ia menyebut, sebagian warga banyak yang meminta untuk tiang bendera dan umbul-umbul. Bagi kebutuhan warga, ia memastikan, tidak menjual.

Andi salah satu pengangkut bambu yang akan dikumpulkan untuk diangkut menggunakan mobil sebelum dijual [Foto: Henk Widi]
Sementara untuk pedagang bendera dan aksesoris yang akan dijual kembali, ia menjual bambu seharga Rp5.000 per batang. Bambu tersebut, biasanya akan diambil oleh pedagang bambu dan bendera dalam kondisi sudah dibersihkan. Sebelum dijual bersama bendera.

“Pedagang bendera kerap sembari menjual bambu untuk tiang saat Agustusan. Seiring dengan tingginya permintaan untuk menghias halaman rumah, instansi pemerintah dan swasta yang saat ini wajib memasang bendera serta umbul-umbul,” terang Khoirun, salah satu warga Bakauheni, saat ditemui di kebun bambu miliknya, Jumat (3/8/2018).

Jumlah bambu yang diminta pada tahun ini dari sejumlah pedagang bambu dan bendera, diakuinya, lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, ia mengaku, menjual sekitar 150 batang bambu dengan ukuran kecil. Panjang mencapai dua hingga tiga meter.

Ia juga menyebut, memiliki sekitar puluhan rumpun bambu jenis tamiang, bambu apus lanang dan bambu hitam, berbagai ukuran. Saat hari biasa, beberapa jenis bambu tersebut dijual dengan harga Rp3.000 per batang berukuran lima meter.

Pada hari biasa, permintaan bambu kerap dipergunakan untuk kebutuhan pembuatan pagar, penahan talud tambak udang, bekisting proses pengecoran bahan bangunan. Selain itu, permintaan bambu juga semakin meningkat, jelang Asian Games ke-18.

Proses pemilihan bambu yang akan dipergunakan untuk tiang bendera dan umbul-umbul saat Agustusan [Foto: Henk Widi]
Sejumlah kantor desa, kecamatan, memasang umbul-umbul memeriahkan perhelatan Asian Games di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

“Jika dibanding hari biasa, sejak bulan Juni lalu, permintaan bambu mencapai lebih dari dua ratus batang. Sebagian saya datangkan dari kebun milik warga lain,” beber Khoirun.

Permintaan semakin tinggi pada akhir Juli. Sejumlah warga mulai mempersiapkan perayaan Agustusan yang dikenal sebagai peringatan HUT kemerdekaan RI. Ia memastikan, banyak warga yang membutuhkan tiang bambu khusus tiang bendera dan umbul-umbul, minimal empat batang.

Permintaan banyak terjadi di wilayah kota yang sudah sulit ditemukan pohon bambu sehingga harus membeli.

Permintaan juga pernah meningkat pada saat kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) Lampung. Sejak awal 2017 hingga akhir Juni 2018, ia menyebut, bambu kerap diminta oleh tim sukses pasangan calon kepala daerah dengan memasang banner sosialisasi. Berupa spanduk serta banner calon.

Selain untuk pemasangan banner calon, permintaan akan meningkat jelang pemilihan legislatif 2019 untuk memasang banner sosialisasi masing-masing calon legislatif.

Sebagai pemilik tanaman bambu, Khoirun memastikan, bisa mendapat omzet cukup lumayan. Pasalnya, dengan menjual sekitar 5000 batang saja, dirinya bisa memperoleh Rp5 juta untuk kebutuhan bambu sebagai bahan bangunan. Serta tiang bendera dan umbul-umbul maupun kebutuhan lain yang juga menggunakan bambu.

Proses perawatan tanaman bambu yang tumbuh di tepi aliran sungai, diakuinya, tidak sulit. Bahkan kerap tumbuh liar. Asal dijaga bagian tunasnya untuk bibit bambu yang baru.

Putu (30) salah satu warga Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengaku, dirinya membutuhkan bambu sekitar 100 batang. Bambu yang dibeli dengan harga Rp2 ribu per batang lebih rendah dari harga umumnya. Karena ia harus menebang bambu tersebut sendiri.

Kebutuhan bambu yang cukup banyak tersebut dipergunakan oleh pihak desa untuk menghias jalan-jalan desa menggunakan umbul-umbul, ciri khas desa di jalan utama.

“Sebagai anggota karang taruna desa, kami mendapat tugas menghias sejumlah ruas jalan dengan umbul-umbul dan kebutuhan bambu cukup banyak saat Agustusan,” beber Putu.

Penggunaan bambu lebih murah dan praktis dibandingkan menggunakan besi jenis pipa yang harganya mahal. Satu batang bambu yang kerap dibeli dalam kondisi basah bahkan bisa dipergunakan dalam jangka waktu tiga tahun. Khusus untuk pemakaian selama Agustusan dengan perawatan yang baik.

Kebutuhan akan bambu juga semakin banyak untuk mempercantik lapangan yang akan dipergunakan sebagai lokasi upacara bendera saat peringatan HUT RI ke-73 pada tanggal 17 Agustus mendatang.

Andi (26) pengangkut bambu yang kerap mengumpulkan bambu menyebut, dirinya mendapat upah Rp1.000 per batang untuk bambu yang dikumpulkan di satu lokasi sebelum diangkut mobil.

Bambu tersebut kerap diambil dari lokasi yang sulit dicapai mobil sehingga harus ditarik ke lokasi pengumpulan. Selain memberi penghasilan bagi pemilik tanaman bambu, kebutuhan bambu diakuinya memberi penghasilan bagi buruh pengumpul bambu.

Andi menyebut, upahnya akan semakin banyak jika permintaan akan bambu meningkat. Permintaan paling banyak terlihat pascaproyek pembebasan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dengan banyaknya warga yang membutuhkan bambu untuk membuat rumah.

Permintaan bambu kembali meningkat jelang Agustusan sehingga Andi memperoleh penghasilan tambahan sebagai buruh pengangkut bambu.

Pantauan Cendana News, penjual bendera yang ada di puluhan titik Jalinsum di antaranya Pasar Bakauheni hingga Kalianda juga menyediakan bambu. Bambu yang dijual umumnya dijual bersama dengan bendera dan berbagai akseoris Agustusan di antaranya umbul -umbul, bandir, background.

Harga bambu yang ditawarkan oleh pedagang mulai dari harga Rp10.000 hingga Rp20.000 sesuai dengan ukuran bambu yang dijual.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.