Jelang Idul Adha, Disdag Kalsel Optimis Sembako Stabil

Editor: Satmoko Budi Santoso

172
Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Disdag Kalsel, Dina Aulia - Foto Arief Rahman

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel optimis, harga sembako hingga momen hari Raya Idul Adha dapat dinikmati oleh masyarakat Banua secara kompetitif.

Keoptimisan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat sejauh ini pasokan sembako baik yang bersumber dari lokal maupun Pulau Jawa masih sangat berlimpah di pasaran.

“Karena berlimpah, maka harganya bisa dijual pedagang dengan harga kompetitif kepada masyarakat hingga Idul Adha,” tegas Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Disdag Kalsel, Dina Aulia, Jumat (3/8/2018).

Memang, menurutnya, beberapa waktu lalu ada sejumlah kebutuhan pokok yang harganya mengalami lonjakan, yakni jenis ayam potong dan telur ayam ras. Namun, setelah sepekan pasokannya mulai lancar, harganya pun sudah menurun drastis.

“Untuk telur ayam Ras, jika sebelumnya dijual hingga Rp27.000 per kilo, kini sudah turun menjadi Rp23.000 per kilo. Sementara untuk ayam potong kini dijual Rp26.000 per kilo, dari sebelumnya mencapai Rp35.000 per kilo,” tambahnya.

Sejauh ini, dari 23 jenis bahan pokok yang dipantau pihaknya setiap harinya, hanya jenis sayur mayur saja yang mengalami lonjakan beberapa hari terakhir, yakni berkisar Rp200-Rp2.800 per kilo.

Ada pun jenis sayur yang mengalami kenaikan adalah cabai merah biasa dari Rp28.889 per kilo menjadi Rp29.778 per kilo. Lalu cabai merah keriting dari Rp35.000 per kilo menjadi Rp36.667 per kilo.  Cabai rawit merah dari Rp76.111 per kilo menjadi Rp78.889 per kilo.

Kemudian untuk bawang merah dari Rp21.222 per kilo menjadi Rp21.444 per kilo. Selanjutnya bawang putih dari Rp21.556 per kilo menjadi Rp21.778 per kilo. Lalu wortel dari Rp13.222 per kilo menjadi Rp13.444 per kilo dan kentang dari Rp13.444 per kilo menjadi Rp14.000 per kilo.

“Memang, ada kenaikan untuk beberapa jenis sayuran, namun kami nilai harganya masih cukup terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.

Sedangkan untuk jenis sembako yang sering dibeli masyarakat, mulai dari beras lokal, gula, daging hingga minyak goreng, harganya masih terpantau stabil. Untuk beras lokal dibanderol Rp8.000 – Rp13.000 per kilo, tergantung kualitas. Gula dijual Rp11.200 per kilo, minyak goreng dijual Rp11.500 per liter dan daging dibandrol Rp80.000-Rp122.000 per kilo.

“Untuk beras, gula, minyak goreng dan daging, semua harganya masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Bukan hanya di bawah HET, bahkan untuk stoknya sendiri di distributor cukup hingga sampai berakhirnya momen Idul Adha,” ungkapnya.

Untuk memastikan aman dan murahnya harga sembako hingga momen Idul Adha, Disdag Kalsel juga rutin melakukan pantauan langsung ke lapangan, baik pasar hingga gudang distributor.

“Jika ada jenis sembako yang mengalami kekurangan stok, kami akan langsung berkordinasi kepada distributor, Kementrian hingga Bulog agar bisa secepatnya disuplai guna menghindari kekosongan barang di pasaran,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.