Jumlah HIV/AIDSdi Gianyar Terus Meningkat

Editor: Mahadeva WS

190

GIANYAR – Jumlah kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar terus mengalami peningkatan. Hal tersebut mendorong pemerintah daerah setempat untuk terus berupaya mensosialisasikan bahaya HIV dan AIDS kepada warganya.

Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan, Setda Kabupaten Gianyar, I Wayan Sudamia mengatakan, upaya tersebut tidak hanya menyasar kalangan rawan berpotensi tertular. Upaya penanggulangan juga menyasar sekolah melalui jalur Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN).

“Penyebaran HIV/AIDS saat ini bukan hanya pada populasi kunci atau beresiko seperti kalangan pekerja dan pelanggan seks atau pengguna narkoba. Kondisinya sudah menyasar ibu rumah tangga dan bayi tertular. Tak heran kasus HIV/AIDS diibaratkan fenomena gunung es, kasus yang tidak tampak jauh lebih besar, dari yang tersirat di permukaan,” ucap Wayan Sudamia, saat membuka Jambore KSPAN 2018 Kabupaten Gianyar, di Balai Budaya Gianyar, kamis (30/8/2018).

Berdasarkan data, perkembangan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di 1987 hingga Juni 2017, ada 1.244 kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Gianyar. Namun saat ini, kasusnya sudah menjadi 1.429 kejadian terhitung data di Juni 2018.

Ada peningkatan 185 kasus, yang berasal dari berbagai kelompok umur. “Sekira 37,9 % diantaranya terjadi pada umur 20-39 tahun. Penyebabnya hampir 76,5% karena heteroseksual (berganti-ganti pasangan),” tandasnya.

Upaya menekan laju angka kasus HIV/AIDS disebutnya, tidak bisa mengandalkan peran pemerintah saja. Perlu peran aktif semua pihak, termasuk siswa di sekolah baik itu SD,SMP dan SMA dalam kegiatan tersebut. Terbentuknya KSPAN di sekolah, menjadi hal penting dan strategis dalam pencegahan penularan HIV/AIDS maupun narkoba.

Dengan KSPAN, pelajar akan lebih memahami bahaya, cara penularan, maupun pencegahan HIV maupun narkoba. Dengan pemahaman yang benar, para pelajar bisa melindungi diri, keluarga maupun orang-orang disekitar lingkungan mereka. “Tentu perlu strategi khusus memberikan pemahaman pada para siswa tentang bahaya narkoba, harus disesuaikan dengan tingkat usia dan sekolah mereka. Hal ini penting agar mereka benar-benar memahami apa itu AIDS maupun narkoba dan yang terpenting lagi bagaimana mereka bisa menularkan pengetahuan itu pada teman sebaya mereka,” tegas I wayan Sudamia.

Ketua KPA Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gede Suardana mengatakan, tujuan dari Jambore KSPAN adalah meningkatkan pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS serta narkoba pada remaja.  “Karena yang dilombakan adalah kemampuan berkomunikasi yang dikemas dalam pagelaran seni Cak Dag dari musikalisasi puisi yang bertemakan HIV/AIDS dan narkoba,” pungkas Gede Suardana.

Baca Juga
Lihat juga...