Jumlah Konsumsi Ikan Domestik, Meningkat

1.286
Ilustrasi -Dok: CDN
JAKARTA – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, mengapresiasi peningkatan jumlah konsumsi ikan domestik, dan diharapkan orang yang menyantap ikan di Tanah Air dapat terus semakin melesat ke depannya.
“Konsumsi ikan per kapita kita terus naik, jika sebelumnya 40 kilogram per kapita pada 2017, maka pada 2019 ditarget sebanyak 53 kilogram,” kata Slamet Soebjakto, dalam keterangan tertulis, Jumat (31/8/2018).
Menurut dia, guna memenuhi kebutuhan konsumsi ikan dalam negeri, KKP terus mendorong pengembangan usaha budi daya melalui klasterisasi kawasan berbasis komoditas unggulan daerah.
Ia berpendapat, bahwa strategi tersebut sangat ampuh untuk percepatan pengembangan kawasan, karena pada prinsipnya setiap komoditas yang dikembangkan memiliki karakteristik yang khas sesuai kondisi lokasi.
“Ini tentu harus diikuti keseriusan untuk meningkatkan produksi ikannya, guna memperkuat ketahanan pangan nasional,” paparnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim, memperingatkan, bahwa saat ini telah terjadi pergeseran pasar konsumsi ikan dunia dari berbagai kawasan di luar Asia, pada saat ini konsumsi ikan terus meningkat di benua Asia.
“Sudah ada pergeseran pasar konsumsi ikan di dunia. Pusatnya tidak lagi di Eropa, Jepang dan Amerika saja, melainkan sudah mulai terkonsentrasi di Asia,” kata Abdul Halim.
Menurut dia, dengan mempertimbangkan kondisi geoekonomi yang dimiliki oleh Indonesia, peluang pergeseran pasar konsumsi ikan global itu juga perlu dimanfaatkan.
Ia memaparkan, caranya adalah dengan tidak lagi mengekspor barang mentah, melainkan barang olahan yang sudah siap untuk dapat dikonsumsi.
Sementara itu, Ketua Harian Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo), Moh Abdi Suhufan, mengatakan, pembangunan infrastruktur yang komplit, semacam lokasi seperti pasar induk perikanan, sebagai sarana untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di Nusantara, patut diapresiasi.
“Dengan keterbatasan APBN, KKP tidak boleh lalai membangun infrastruktur perikanan, seperti pelabuhan perikanan, pemeliharaan pelabuhan perikanan, dan sentra kelautan dan perikanan terpadu,” kata Abdi.
Dia mengapresiasi, upaya yang sedang dlakukan KKP untuk membangun semacam pasar induk perikanan yang sedang dilakukan di Muara Baru, Jakarta Utara. Saat ini, revitalisasi Muara Baru mencakup pembangunan Pasar Ikan Terpadu dan pasar ikan grosiran di sana. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...