Kadis SDA DKI Heran Ditetapkan Tersangka Perusakan

Editor: Koko Triarko

1.728
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, membenarkan Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) DKI Teguh Hendrawan dilaporkan ke polisi terkait dengan perusakan pekarangan warga tanpa izin pemilik di Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018). –Foto: Lina Fitria
JAKARTA – Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) DKI, Teguh Hendrawan, dilaporkan ke polisi oleh seorang warga, Felix Tirtawidjaja, karena diduga telah melakukan perusakan atau memasuki pekarangan warga tanpa izin pemilik, di Rawa Rorotan, Cakung, Jakarta Timur.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, mengatakan, Polda Metro Jaya sudah menetapkan Kadis SDA DKI, Teguh Hendrawan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan perusakan pekarangan orang tanpa izin.
“Iy,a benar, (Teguh sudah tersangka),” kata Argo kepada wartawan saat dikonfirmasi di Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018).
Namun, Argo tak menjelaskan awal perkara yang menjerat Teguh sebagai tersangka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini bermula setelah polisi menerima laporan warga bernama Felix Tirtawijaya. Teguh diduga telah merusak pekarangan rumah milik Felix di kawasan Rawa Rotan, Cakung, Jakarta Timur pada Agustus 2016.
Atas tindakan itu, Felix melaporkan Teguh ke Polda Metro Jaya. Laporan dalam kasus tersebut telah diterima polisi dan tercatat dengan nomor LP/924/II/2017/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 22 Februari 2017.
Terkait kasus ini, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melayangkan surat panggilan kepada Teguh, untuk diperiksa sebagai tersangka, pada Senin (27/8/2018). Namun, Teguh berhalangan hadir dan meminta agar polisi kembali menjadwalkan ulang agenda pemeriksaannya. Sedangkan penyidik telah memeriksa 21 saksi dan barang bukti sejumlah dokumen terkait kasus tersebut.
Sementara dari pihak Kadis SDA, saat dilakukan konfirmasi membenarkan adanya penetapan tersangka oleh Polda Metro Jaya terhadap dirinya.
“Iya, ada yang melaporkan saya ke Polda, dan saya ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan memasuki pekarangan orang dan melakukan perusakan,” kata Teguh, kepada wartawan, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.
Namun, ia mengaku heran dengan penetapan tersangka tersebut. Pasalnya, saat kejadian Agustus 2016, posisinya sebagai aparatur negara yang bertugas mengamankan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
“Betul, Waduk Rawa Rorotan seluas 25 hektare. Padahal jelas tanah tersebut merupakan aset Pemda DKI. Tercatat dalam KIB DKI badan pengelola aset daerah. Tidak masuk akal, saya menjalankan tugas aparat pemerintah untuk mengamankan aset, malah jadi tersangka,” tutur dia.
Namun, Teguh mengatakan, dirinya meminta penundaan atas pemanggilan dirinya tersebut, mengingat kesibukan dirinya di Pemprov DKI Jakarta. “Saya minta penundaan sampai tanggal 12 September,” ucap Teguh.
Lihat juga...

Isi komentar yuk