Kadishub DKI: Belum Ada Surat Rekomendasi Uji Operasi LRT

1.793
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta (Kadishub), Andri Yansyah, mengaku belum menerima surat izin uji operasi light rail transit (LRT) dan uji teknis prasarana LRT di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018). –Foto: Lina Fitria
JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta (Kadishub), Andri Yansyah, mengaku belum menerima surat rekomendasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait uji operasi light rail transit (LRT) dan uji teknis prasarana LRT.
“Belum ada. Rilis belum ada, fisik surat resmi dari Kemenhub belum ada. Saya belum terima rekomendasinya,” kata Andr,i di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018).
Menurutnya, secara prinsip pihaknya tidak ingin memperlambat atau mempersulit dalam hal penyuratan untuk proyek kereta ringan itu, namun bila izinnya sudah lebih dulu dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.
Dia menambahkan, pada prinsipnya Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) tidak akan menunda-nunda terkait izin uji operasi ini setelah mendapatkan rekomendasi dari Kemenhub.
“Jadi, dari awal prinsip Dishub kalau sudah ada rekomendasi, ya kita keluarkan. Kalau saya pengennya cepet,” kata dia.
Sedangkan menurut Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan surat rekomendasi terkait izin operasional terbatas untuk kereta ringan atau light rail transit (LRT).
Surat rekomendasi tersebut menyangkut koridor satu antara Stasiun Velodrome menuju Stasiun Boulevard Utara (Mall Kelapa Gading). Rekomendasi ini sudah dikeluarkan Kemenhub hampir sepekan.
“LRT Jakarta berhasil memperoleh dua rekomendasi teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, pada hari Selasa (21/8/2018) sore. Rekomendasi teknis ini menandai kesiapan LRT Jakarta menerima izin uji coba operasi dari Pemprov DKI, dalam hal ini Dinas Perhubungan,” kata Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo, Hani Sumarno, melalui pesan singkat diterima wartawan.
Sebelumnya, PT LRT telah menyebarkan rilis terkait penerbitan dua rekomendasi teknis dari Kemenhub pada Selasa (21/8/2018) pekan lalu. Surat rekomendasi bernomor 26/RKT/K3/DJKA/VIII/2018 tersebut telah ditandatangani oleh Direktur Prasarana Perkeretaapian Kemenhub.
“Pertama, rekomendasi  teknis dalam rangka uji coba pengoperasian prasarana perkeretaapian fasilitas operasi LRT Jakarta dengan rute stasiun Velodrome hingga sasiun Kelapa Gading Mall,” paparnya.
“Kedua, rekomendasi teknis prasarana perkeretaapian jalur ganda layang (Elevated) dan bangunan LRT Jakarta, antara stasiun Velodrome-stasiun Kelapa Gading Mall,” sambungnya.
Dengan terbitnya rekomendasi uji coba operasi dan prasana tersebut, maka LRT dapat beroperasi secara terbatas mulai 21 Agustus 2018-20 September 2018.
Kendati demikian, untuk uji coba ini LRT masih membutuhkan izin dari Dishubtrans Jakarta. Karena itu, nasib uji operasi LRT kini di berada di tangan Dishubtrans DKI.
Rute LRT Jakarta rencananya akan melewati enam stasiun seperti Stasiun Velodrome, Stasiun Equestrian, Stasiun Pulomas, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Boulevard Utara, dan Stasiun Pegangsaan Dua. Rute Kepala Gading–Velodrome tersebut terhitung memiliki jarak sepanjang 5,8 km dan menelan investasi hingga mencapai Rp7,4 triliun.
Persiapan uji coba operasional LRT Jakarta ini telah berlangsung selama 1,5 tahun. PT Jakarta Propindo yang merupakan pengembang proyek ini menilai uji operasional tersebut lebih cepat dibandingkan dengan pengerjaan normal yang membutuhkan waktu hingga 4 tahun.
Lebih lanjut, rute LRT ini akan diperpanjang menjadi Stasiun Velodrome-Dukuh Atas-Tanah Abang atau sepanjang 11,5 km dalam pembangunan fase kedua. Saat ini, progres tahap kedua masih dalam tahap sosialisasi ke publik dan investor.
Baca Juga
Lihat juga...