Kalahkan Vietnam, Putri Chinese Taipei ke Semifinal Sepak Bola

156
Maskot Asian Games cabor sepak bola - Dok: .asiangames2018.id

PALEMBANG — Tim sepak bola putri Chinese Taipei menapakkan kakinya ke semifinal Asian Games XVIII setelah mengalahkan Vietnam dalam adu penalti yang berakhir 4-3 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat malam (24/8/2018).

Sejak menit awal kedua tim tampil agresif membuat pertandingan menjadi tontonan menarik. Jual beli serangan tak terelakkan antara kedua tim untuk memanfaatkan moment mencetak gol cepat di menit awal.

Vietnam yang tercatat sebagai peringkat 37 dunia berdasarkan perangkingan FIFA bermain dengan mengandalkan sangat mengandalkan pemain sayapnya Pham Hoang Quynh yang sangat piawai dalam menusuk di sektor sayap.

Tak berbeda jauh, Chinese Taipei yang berperingkat 42 dunia juga mengandalkan dua gelandang untuk perebutan bola di lini tengah.

Satu yang mencolok di menit awal ini, adanya pergerakan striker Vietnam Hyunh Nhu kerap merepotkan barisan pertahanan Chinese Taipei.

Penyerang berusia 27 tahun ini beberapa kali bisa menerobos jantung pertahanan Chinese Taipei dan melepaskan tedangan terukur ke arah gawang. Namun, penyelesaian akhirnya masih belum sempurna.

Kerja sama striker Hyunh Nhu dan gelandang Vietnam Phm Hoang Quynh di babak pertama ini juga tidak dapat diabaikan karena dapat menciptakan peluang emas. Namun, penyelesaian akhir yang belum sempurna membuat peluang terbuang percuma.

Sebenarnya, Vietnam yang tercatat sebagai wakil Asia Tenggara di AFC Cup 2018 ini nyaris membuat gol lebih dulu pada menit ke-29 ketika mendapatkan hadiah tendangan bebas. Namun, bola yang tepat mengarah ke sisi kiri gawang dapat ditepis kiper Chinese Taipei.

Pada menit berikutnya, duel di lapangan tengah tidak terhindarkan. Kedua tim sama-sama memiliki pemain gelandang yang cepat, namun bedanya Vietnam lebih mengedepankan strategi menyerang sementara Chinese Taipei mencoba mencari celah untuk menerapkan counter attack dari taktik bertahan yang dibangun. Lantaran tak ada gol, babak pertama harus berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan tensi permainan untuk mencetak gol. Silih berganti mengirimkan serangan ke jantung pertahanan.Gelandang Vietnam tak henti-hentinya berlari sepanjang pertandingan untuk memenangkan penguasaan bola untuk mengirimkan bola matang ke lini depan.

Demikian juga gelandang dengan Chinese Taipei yang juga tak kenal lelah meladeni duel di lini tengah. Beberapa peluang pun tercipta di babak pertama ini, tapi tak satu pun terakselarasi menjadi gol sepanjang 2×45 menit, sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu (ekstra time) 2×15 menit.

Di babak tambahan, pertandingan berlangsung sengit. Vietnam terus menerus menyerang jantung bertahanan Chinese Taipei mengandalkan stamina pemainnya yang masih prima. Sebaliknya, Chinese Taipei menerapkan total depensif untuk menutupi kelemahan penurunan stamina r sehingga pertandingan diselesaikan melalui adu penalti.

Dua penendang pertama kedua tim sama-sama sukses menyarangkan gol. Kemudian, petaka bagi Vietnam terjadi ketika bola yang dilesakkan penendang ketiga Pham Hoang Quynh berhasil diblok kiper Tsai Mingjung sehingga mengubah kedudukan menjadi 3-2.

Kemudian penendang keempat dari kedua tim sama-sama sukses. Namun, penentuan hasil akhir terjadi di penendang terakhir. Vietnam yang mendapatkan kesempatan gagal menyarangkan bola ke gawang lantaran tendangan Thai Thi Thao ditepis kiper.

Sontak kemenangan itu langsung disambut teriakan histeris Tim Chinese Taipei karena berhasil menyudahi perlawanan Vietnam dengan skor 4-3. Sementara pemain Vietnam hanya bisa terduduk lemas sambil berurai air mata. Beberapa pemain yang masih terlihat tegar, berupaya membopong teman-temannya berjalan ke ruang ganti.

Asal hasil ini, Chinese Taipei memastikan satu tiket ke semifinal, sama halnya dengan Korea Selatan yang berhasil menaklukkan Hongkong dengan skor 5-0, Jumat sore.

Pelatih Vietnam Mai Duc Chung mengatakan timnya sangat kecewa atas hasil ini karena sepanjang pertandingan sudah berjuang mati-matian.

“Pemain sangat sedih, apalagi di pertandingan mengusai ball position. Sayangnya ketika penalti, kiper Chinese Taipei bermain baik sekali,” kata Mai dalam konferensi pers yang tidak dihadiri pemainnya lantaran masih bersedih di ruang ganti. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...