Kampung Iklim, Gebrakan Atasi Perubahan Iklim

Editor: Satmoko Budi Santoso

514

BALIKPAPAN – Upaya mengatasi dampak perubahan iklim, membuat tiga kelompok masyarakat di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, melaksanakan Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2018 yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Program tersebut bertujuan agar masyarakat beradaptasi dan mitigasi terhadap dampak terjadinya perubahan iklim.

Proklim diikuti oleh 206 calon Proklim dari berbagai wilayah. Ada pun target pemerintah hingga tahun 2019 telah terbentuk 2000 Proklim, baik tingkat Pratama, Madya maupun Utama.

“Ketiga kelompok masyarakat tersebut terpilih berdasarkan pengisian sistem registrasi nasional yang dilakukan oleh masing-masing kelompok atas arahan dari DLH Balikpapan. Mereka dari Kelurahan Manggar, Maru dan Teritip yang semuanya dari Kecamatan Balikpapan Timur,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, Senin (6/8/2018).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Suryanto – Foto Ferry Cahyanti

Suryanto menjelaskan, berbagai upaya dilakukan agar masyarakat terlibat dalam program ini dan sebagai bentuk partisipasi dalam mengatasi dampak dari perubahan iklim. Upaya tersebut berupa pengendalian banjir, ketahanan pangan serta usaha untuk meningkatkan vegetasi di area sekitar.

“Kami dari Pemerintah Kota tentu sangat terbantu adanya partisipasi masyarakat dalam menghadapi global warming,” tandasnya.

Secara umum, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dalam program ini antara lain membuat lubang biopori, penggunaan kompos dari kotoran ternak, kegiatan budidaya ikan dengan terpal, pemanenan air hujan, sawah dengan air tadah hujan, kebun toga, tanaman hidroponik, mangrove sebagai salah satu tanaman yang dapat mengurangi emisi, biogas, kawasan rumah pangan lestari, dan lain sebagainya.

Dia berharap dengan beragam kegiatan yang dilakukan oleh ketiga kelompok masyarakat tersebut akan menjadi contoh dan diikuti oleh kelompok masyarakat lain menjadi usaha masyarakat yang berkelanjutan terhadap perubahan iklim.

“Tujuan penurunan emisi gas rumah kaca yang menjadi target dari Pemerintah sampai tahun 2020 sebesar 26%-41% dapat tercapai,” ujar Suryanto.

Untuk diketahui, wilayah Kalimantan diikuti oleh 14 calon Proklim terdiri dari Kalimantan Barat sebanyak 9 calon, Kalimantan Selatan sebanyak 1 calon, Kalimantan Tengah sebanyak 1 calon, dan Kalimantan Timur sebanyak 3 calon.

Baca Juga
Lihat juga...