hut

Karang Taruna di Desa Nenbura Bangkitkan Semangat Anak Muda

MAUMERE – Pembentukan Karang Taruna Desa Nenbura, kecamatan Doreng yang diinisasi oleh PMKRI cabang St. Thomas Morus Maumere, bisa membangkitkan semangat anak muda, untuk bersama-sama bekerja membangun desa.
“Pembentukan karang taruna ini merupakan salah bentuk kepedulian terhadap orang muda, untuk saling mendukung dalam pembangunan desa,” sebut Sekertaris Desa Nenbura, kecamatan Doreng,” Gervasius Ali, Jumat (17/8/2018).
Menurut Gervasius, banyak anak muda Desa Nenbura yang sering mabuk- mabukan, sehingga dengan pembentukan karang taruna ini bisa membangkitkan semangat orang muda untuk bersama membangun desa, dengan memberikan pemikiran dan lewat karya nyata.
“Kami dari pemerintah desa siap mendukung segala kegiatan yang diinisiasi oleh pemuda Nenbura. Terkait diskusi lembaga pemangku adat, banyak tokoh masyarakat dan pemangku adat yang mau terlibat,” ungkapnya.
Di desa Nenbura, tambah Gervasius, banyak masalah yang harus diselesaikan melalui meja adat, dan penyelesaiannya masih sangat minim pengetahuan dari pemangku adat.
“Dengan pendampingan untuk pembentukan lembaga pemangku adat, kami berterima kasih kepada PMKRI Maumere, dan pengacara Viktor Nekur, karena sudah memberikan berbagai masukan untuk terbentuknya lembaga ini,” tuturnya.
Ketua PMKRI cabang St. Thomas Morus  Maumere, Benediktus Rani, menegaskan, sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan, PMKRI perlu turun bersama masyarakat dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat, terutama di pedesaan.
“Menyambut HUT ke-73 RI, PMKRI Maumere mengadakan kegiatan berbaur bersama masyarakat desa Nenbura, pembentukan karang taruna desa, diskusi lembaga pemangku adat, gerakan membaca dengan memberikan sumbangan buku kepada SDK Nenbura serta advokasi masalah sosial,” terangnya.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere, Oktavianus A. Aha, menambahkan, pihaknya juga melaksanakan kegiatan nonton bareng film kemerdekaan di halaman depan SDK Nenbura, pawai obor keliling desa bersama masyarakat, api unggun malam kemerdekaan serta apel bersama hari kemerdekaan 17 Agustus.
“Kegiatan ini dilakukan untuk merayakan hari kemerdekaan bersama masyarakat desa. Target dari kegiatan ini adalah pola pikir masyarakat desa tentang makna kemerdekaan, bahwa kemerdekaan itu adalah hak semua anak bangsa, dan kemerdekaan harus dimulai dari desa,” pungkasnya.
Lihat juga...