Katarak Dominasi Faktor Penyebab Kebuataan

Editor: Mahadeva WS

301

PADANG – Kebutaan akibat katarak masih mendominasi tingkat kebutaan di Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek menyebut, tingkat kebutaan di Indonesia masih cukup tinggi.

“Kebutaan di Indonesia masih tinggi, hingga mencapai tiga persen. Katarak merupakan penyumbang terbesar kebutaan di Indonesia yang hampir mencapai 60 persen, penyebabnya karena katarak,” katanya, usai membuka pertemuan ilmiah tahunan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Kamis (30/8/2018).

Usia lanjut akan berdampak pada peningkatan gangguan penglihatan secara langsung seperti katarak. Menurutnya, untuk mencegah katarak upaya yang bisa dilakukan dengan operasi. Untuk itu, peranan dokter mata perlu ditingkatkan dengan menyasar daerah-daerah. “Kenapa demikian, sebab jumlah dokter mata di Indonesia ini cukup besar hampir dua ribuan di Indonesia,” ujarnya.

Katarak merupakan penyakit mata yang ditandai dengan pengeruhan lensa mata, sehingga membuat penglihatan kabur. Kondisi itu pada umumnya terjadi pada warga lanjut usia, dan bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata sekaligus. Meski demikian, katarak bukan jenis penyakit menular.

Penyakit tersebut menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Dari hasil survey kebutaan di 15 provinsi, diketahui 70-80% penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan adalah katarak. “Katarak umumnya berkembang secara perlahan. Awalnya, penderita tidak akan menyadari ada gangguan penglihatan, karena hanya sebagian kecil lensa mata yang mengalami katarak. Namun seiring waktu, katarak akan memburuk dan memunculkan sejumlah gejala,” tandasnya.

Gejala yang dimaksud, pandangan samar dan berkabut. Mata semakin sensitif, saat melihat cahaya yang menyilaukan. Sulit melihat dengan jelas saat malam hari. Warna terlihat pudar atau tidak cerah, objek terlihat ganda, ukuran lensa kacamata yang sering berubah.

Meski umumnya katarak tidak menyebabkan rasa sakit pada mata, namun penderita bisa merasakan nyeri pada mata, jika katarak yang dialami sudah parah, atau penderita memiliki gangguan lain pada mata.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebut, agar masyarakat terhindar dari kebutaan, perlu menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Untuk menjaga kesehatan tersebut, perlu dilakukan sejak usia muda, agar kesehatan mata mereka hingga tingkatan usia tetap terjaga. Meskipun, jika sudah usia lanjut tidak dapat dipungkiri akan terkena katarak. “Jaga pola hidup sehat dari sekarang. Agar kesehatan mata tetap terjaga sejak usia muda,” katanya.

Irwan mengatakan, BPJS terus membuka peluang kepada masyarakat yang menderita penyakit mata. Mereka tetap diberikan kemudahan, sehingga mereka yang mengalami gangguan mata agar dapat segera diobati. Pertemuan ilmiah dokter mata di Sumatera Barat, antar dokter mata dapat berbagi ilmu, sehingga akan meningkatkan kualitas. “Jadi ini sangat penting. Agar dokter mata dapat meningkat kualitasnya. Sehingga, kesehatan mata masyarakat di Indonesia dapat juga terjaga,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...