Kawal Demokrasi, PB HMI Bersilaturahmi ke Tommy Soeharto

Editor: Mahadeva WS

2.752

JAKARTA – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) bersilaturahmi ke Ketua Umum Partai Berkarya, H Hutomo Mandala Putra, SH, Selasa (31/7/2018) malam. Pertemuan di Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta Selatan tersebut, menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi kebangsaan PB HMI ke tokoh nasional dan Partai Politik (Parpol).

“Sebelum silaturahmi kepada Bang Tommy Soeharto, kami juga sudah bersilaturahmi kepada tokoh partai politik lain dan semua tokoh elite partai di negeri ini. Kami harus berteman dengan semua elemen positif di negeri ini,” ujar Ketua Umum PB HMI, Saddam Aljihad yang datang disertai enam pengurus PB HMI lainnya.

Saddam menyebut, silaturahmi ke parpol merupakan upaya PB HMI, untuk terus mengawal demokrasi di Indonesia. Hal tersebut merupakan upaya meneruskan apa yang telah dilakukan para pendiri HMI sejak 1947 lalu. Entitas HMI, yang memiliki anggota lebih dari 500.000 orang, berupaya untuk memberikan sumbangsih pemikiran melalui politik gagasan, demi terus lestarinya kedaulatan Indonesia.

Tommy Soeharto dan pengurus PB HMI di Gedung Grahadi – Foto istimewa

Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan PB HMI, Abdul Aziz mengatakan, ketahanan pangan, menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diwujudkan. Ia melihat, kondisi petani lokal saat dalam kondisi susah dengan tingkat kemiskinan yang besar.

Rencananya, PB HMI akan banyak membuat seminar ketahanan pangan, dan melatih para mahasiswa jurusan pertanian untuk menjadi instruktur pelatih dan penyuluh bagi para petani di seluruh Indonesia. “Kami sudah merencanakan adanya 5.000 instruktur pelatih petani dari HMI. Mereka ada ada di 20 Badko, mereka akan turun ke berbagai desa untuk membangun kedaulatan pangan bersama petani,” ujar Aziz.

Dalam pandangan Aziz, prestasi ketahanan pangan dan swasembada pangan di Indonesia, belum ada yang bisa melampaui prestasi Presiden Soeharto, yang tidak lain adalah ayah ideologis dari Tommy Soeharto. “Munculnya Bang Tommy dalam kancah politik Indonesia, bagi saya, menjadi representasi dari sosok Pak Harto. Kami yang sama sekali tidak mengalami masa Pak Harto, agak terobati kerinduannya dengan kemunculan mas Tommy,” ujar Abdul Aziz.

Selain membicarakan kedaulatan, pengurus PB HMI juga membicarakan pentingnya perjuangan kesetaraan gender perempuan Indonesia. Khususnya mengenai kedaulatan partisipasi politik perempuan. Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan PB HMI, Siti Fatimah Siagian menyatakan, masih banyak perempuan Indonesia yang terlalu tergantung pada keputusan laki-laki dalam afiliasi politiknya.

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra – Foto istimewa

Ketua Umum Partai Berkarya, H. Hutomo Mandala Putra, SH. menyebut, 20 tahun reformasi, malah gagal total. Jumlah korupsi semakin banyak, ketidakadilan terjadi di mana-mana, pemerataan kesejahteraan sama sekali tidak terjadi. “Anda bisa lihat sendiri, pada bulan Desember 2017 lalu, saat saya berkunjung ke Banyuwangi, harga cabai panen per kilogram adalah Rp20.000. Sedangkan di pasar Jakarta, harga cabai bisa mencapai Rp20.000 per ons. Ini menunjukkan situasi ketimpangan dan kekacauan ekonomi yang sangat parah,” ujar Tommy Soeharto.

Selain kekacauan ekonomi, Tommy Soeharto juga memprihatinkan, masuknya narkoba yang begitu bebasnya di Indonesia, banyaknya pekerja China dari level manajer hingga level tukang yang masuk ke Indonesia, serta tidak adanya stabilitas keamanan. “Konyolnya lagi, kita malah menghabiskan 40 triliun rupiah untuk membeli 51% saham Freeport. Padahal, kekayaan alam Indonesia adalah milik bangsa Indonesia secara syah. Kok kita malah membeli hak milik syah kita sendiri? Kalau ini terjadi terus menerus, bangsa ini akan menjadi jongos asing dan aseng!” tegas Tommy Soeharto.

Dengan kekacauan tersebut, Tommy Soeharto menilai, salah satu solusi yang bisa dijalankan adalah, lebih memanfaatkan tenaga geothermal yang ada di berbagai wilayah Indonesia, sebagai sumber energi pengganti minyak bumi. Dengan memanfaatkan geothermal, Indonesia tidak perlu mengimport 34 Miliar liter minyak per tahun untuk mencukupi kebutuhan energi. “Untuk mencukupi kebutuhan PLN saja, saat ini, kita harus menyediakan 11 Miliar liter minyak per tahun. Hal ini sangat boros,” tandasnya.

Langkah lain yang bisa diprioritaskan adalah, membangun ketahanan pangan untuk komoditas beras, jagung, dan kelapa sawit. Tiga komoditas itu paling cocok dengan kondisi alam dan lingkungan Indonesia. “CPO kelapa sawit itu, saat ini bisa jadi bahan bakar diesel, oil chemical-nya pun bisa jadi bahan Shampo dan sabun. Tapi kita belum memanfaatkannya secara maksimal,” pungkas Tommy Soeharto.

Lihat juga...
1 Komen
  1. amin berkata

    sangat bsik membangub silaturrahim.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.