Kejagung Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Investasi Blok BGM

Editor: Koko Triarko

1.273
Jaksa Agung, HM Prasetyo -Foto: M Hajoran
JAKARTA – Jaksa Agung, HM. Prasetyo, mengatakan, kasus dugaan korupsi investasi perusahaan di Blok Basker Manta Gummy (BGM) Australia pada 2009, yang menjerat mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, tetap jalan terus. Saat ini Kejagung telah menahan dua tersangka yang diduga kuat mengetahui adanya kerja sama tersebut.
“Kasus dugaan korupsi PT Pertamina terus berjalan, dan saat ini kita sudah menahan dua tersangka. Yakni, Frederik Siahaan dan Budi Kristianto, sebagai bukti keseriusan kita menangani kasus ini,” kata HM Prasetyo, di Gedung Kejaksaan Agung Jakarta, Jumat (31/8/2018).
Ia juga mengatakan, pihaknya akan berhati-hati dalam menangani kasus yang menjerat mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan dengan cermat, subjektif dan proposional. Hal itu dilakukan, guna mendapatkan alat bukti yang kuat untuk mengembangkan kasus tersebut.
“Tentu penanganan bertahap, dan kita melihat dengan cermat, subjektif dan proporsional dalam menangani perkara ini, guna mendapatkan alat bukti yang kuat. Dan siapa saja yang terlibat, tentu nanti bisa kita lihat dari alat bukti dan keterangan para tersangka dan saksi-saksi,” ujarnya.
Untuk Karen, sebagai mantan Direktur Utama PT Pertamina, pihaknya sudah melakukan dua kali pemanggilan. Namun, hingga saat ini Karen belum juga memenuhi panggilan tersebut.
“Mungkin saja beliau masih sibuk, sehingga tidak bisa hadir. Dan nanti kita akan memanggil kembali yang bersangkutan supaya hadir dalam pemeriksaan,” ungkapnya.
Prasetyo percaya, Karen akan memenuhi panggilan dari Kejagung, guna penyidikan kasus yang merugikan keuangan negera lebih dari setengah triliun tersebut. Untuk itu pihaknya, tidak perlu melakukan langkah lain untuk memanggil untuk memenuhi panggilan.
Tersangka Frederik Siahaan yang saat ini ditahan adalah mantan Direktur Keuangan PT Pertamina dan Budi Kristianto, mantan Manager Merger and Acquisition Direktorat Hulu PT Pertamina.
Kasus itu berawal pada 2009, ketika PT Pertamina (Persero) melakukan akuisisi (Investasi Non-Rutin), berupa pembelian sebagian aset milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia, berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project pada 27 Mei 2009.
Dalam pelaksanaannya, ada dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi, tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.
Baca Juga
Lihat juga...