Kejurnas TROI Seri II di Karanganyar Sempat Terkendala Cuaca

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

923

SOLO — Pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) paralayang atau Paragliding Trip On Indonesia (TROI) Seri II 2018, yang dilaksanakan di Bukit Segoro Gunung, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karangayar, Solo, Jawa Tengah, sempat terkendala cuaca.

Kecepatan angin di lereng Gunung Lawu itu kurang memadai untuk lepas landas menyebabkan pembukaan yang semula direncanakan pagi hari harus tertunda hingga siang.

“Kalau pagi ternyata anginnya kurang kencang. Yang dibutuhkan untuk olah raga ini kecepatan anginnya antara 3-5 km per jam,” ucap Bupati Karanganyar, Juliatmono di sela-sela acara, Jumat (3/8/2018).

Akibatnya, atlet olahraga dirgantara tersebut tidak dapat tinggal landas untuk terbang.

Menurut bupati, persiapan yang dilakukan Karanganyar yang menjadi lokasi penyelenggaraan TROI Seri II sudah maksimal. Namun, kendala cuaca kerap sulit diperhitungkan.

Dalam Kejurnas Paralayang TROI Seri II ini terdapat 206 atlet yang ikut berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“TROI Seri II ini akan berlangsung selama tiga hari mulai Jumat hingga 5 Agustus 2018 mendatang,” terang Juliatmono.

Pemkab Karanganyar akan terus meningkatkan fasilitas dan venue sehingga bukit Kemuning, Karanganyar dapat digunakan untuk kejuaraan tingkat internasional.

“Kita akan terus tingkatkan berbagai venue yang ada, agar di Kemuning ini layak untuk digunakan kejuaraan paralayang tingkat dunia,” tambahnya.

Kejurnas TROI
Pembukaan Kejurnas TROI Seri II di Kemuning sempat terkendala cuuca, karena tidak ada angin yang cukup untuk tinggal landas terbang . Foto: Harun Alrosid

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari seri pertama yang telah digelar di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. TROI II mempertandingkan beberepa kategori, di antaranya ketepatan mendarat, seperti ketepatan mendarat senior putra-putri, ketepatan mendarat yunior putra putri, ketepatan mendarat tandem dan ketepatan mendarat LOLITA.

“Ada juga lomba dua kelas lainnya, yakni lintas alam jarak terbatas dan lintas alam jarak terbuka,” tambah Ketua Panitia Lokal TROI Seri II, Titis Jarwoto.

Menurutnya, sebagai tuan rumah wilayah Solo Raya menurunkan 25 atlet paralayang. Salah satu atlet senior yang diunggulkan dan dipastikan tampil dalam kejurnas ini adalah Dewato Basuhendro.

“Dewato Basuhendro sudah dipastikan tampil dalam Kejurnas ini. Untuk kompetisi ini memperebutkan total hadiah Rp61 juta,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...