Kemarau Tidak Pengaruhi Produksi Pertanian di Lampung

Editor: Mahadeva WS

204

LAMPUNG – Musim kemarau tidak berimbas parah pada produksi pertanian di Lampung. Meski demikian sejumlah komoditas pertanian seperti petai, kakao, kelapa, pisang dan sejumlah sayuran masih bisa diperoleh.

Penghasil komoditas pertanian cukup melimpah di Lampung Selatan diantaranya Pulau Sebesi dan Pulau Rimau Balak. Sepekan sekali, ratusan tandan pisang berbagai jenis, dan ratusan butir kelapa bisa diperoleh dari Pulau Sebesi dan Rimau Balak.

Hasanudin (40), salah satu petani di Pulau Rimau Balak menyebut, hasil pertanian pisang dan kelapa diperoleh dari Pulau Kandang Balak, Pulau Kandang Lunik, yang posisinya tidak jauh dari Pulau Rimau Balak. Meski kemarau, produksi pertanian di pulau-pulau tersebut masih bisa digunakan untuk memenuhi permintaan pasar.

“Komoditas pertanian pisang dan kelapa dibeli dari pemilik kebun yang ada di pulau lalu diangkut menggunakan perahu kayu bermesin ke dermaga Muara Piluk selanjutnya diangkut menggunakan kendaraan truk ke sejumlah pengepul,” terang Hasanudin, Minggu (26/8/2018).

Kemarau tidak mempengaruhi harga komoditas pertanian yang dibeli dari petani. Pisang Janten saat ini dibeli seharga Rp8.000 pertandan, Pisang Raja Nangka Rp20.000 pertandan, Pisang Ambon Rp25.000 pertandan, Pisang Kepok Rp30.000 sebagian menyesuaikan jumlah sisir dalam satu tandan.

Sementara jenis petai yang sedang panen saat ini dibeli satu empong dengan isi 100 keris, seharga Rp70.000. Kelapa dibeli Rp1.500 perbutir. Hasanudin menyebut, meski produksi menurun, pasokan untuk kebutuhan di Jawa dan Sumatera masih lancar.

Selain itu, dari Pulau Rimau Balak, Kandang Balak, Kandang Lunik, pasokan komoditas pertanian jenis kakao, petai, kelapa, pisang juga masih lancar dipasok dari Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi. Pulau yang berada di dekat Kepulauan Krakatau tersebut menjadi salah satu penghasil komoditas pisang dan kelapa yang melimpah.

Mat Supi,salah satu pemilik usaha jual beli hasil pertanian di Lamsel yang mendapatkan pasokan hasil pertanian dari Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku [Foto: Henk Widi]
Mat Supi (45), salah satu pemilik usaha jual beli hasil pertanian di Desa Rawi Kecamatan Penengahan menyebut, komoditas pertanian sebagian dipasok dari Pulau Sebesi dan Sebuku. Komoditas pertanian tersebut diangkut dengan menggunakan kapal motor penumpang dari dermaga Pulau Sebesi, Sebuku ke dermaga Canti di Kecamatan Rajabasa.

Harga komoditas pertanian lebih murah, memperhitungkan biaya transportasi yang harus dikeluarkan. “Patokan harga kami potong dengan biaya distribusi menggunakan kapal namun sedikit lebih murah dibandingkan dengan harga di Pulau Sumatera,” jelasnya.

Sebagian hasil pertanian asal Pulau Sumatera, di distribusikan ke sejumlah kota di Pulau Jawa, diantaranya Cilegon,Tangerang dan Jakarta. Keberadaan sejumlah kendaraan ekspedisi ikut memperlancar pendistribusian barang.

Baca Juga
Lihat juga...