Kemenangan Jojo Kebangkitan Tunggal Putra Bulu Tangkis

539

JAKARTA — Legenda bulu tangkis Indonesia, Rudy Hartono, mengaku bangga dengan pencapaian Jonatan Christie (Jojo) pada Asian Games 2018 di Istora Senayan Jakarta, karena mampu mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.

“Tunggal putra sudah lama tidak meraih hasil tertinggi di Asian Games. Jadi nikmati kemenanganmu Jo!” kata Rudy Hartono di sela launching raket harga terjangkau hasil kolaborasi dengan Yonex di GOR Jaya Raya Bintaro, Tangerang, Banten, Selasa (28/8/2018).

Jojo meraih emas tunggal putra Asian Games 2018 setelah di partai puncak mengalahkan atlet asal Chinese Taipei, Chou Tienchen dengan skor 21-18, 20-22 dan 21-15 dalam waktu 70 menit. Pencapaian ini bisa dikatakan di luar target yang ditetapkan.

Untuk meraih emas tunggal putra Asian Games, Indonesia membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 12 tahun. Atlet Indonesia yang sukses meraih emas saat Asian Games 2006 di Doha, Qatar adalah Taufik Hidayat.

Rudy Hartono menilai perjuangan Jojo untuk meraih emas memang berliku karena harus berhadapan dengan pemain unggulan sejak awal. Namun, pemain berusia 21 tahun ini mampu menunjukkan kelasnya dengan melangkah tahap demi tahap.

“Saya melihat kekalahan di nomor beregu menjadi motivasi tersendiri bagi Jojo. Apalagi bermain di rumah sendiri. Kemenangan Jojo bisa dikatakan kebangkitan tunggal putra karena Asian Games merupakan kejuaraan dunia mini,” kata Rudy.

Pemilik rekor delapan kali juara All England ini berharap apa yang diraih Jojo bisa menjadi pijakan ke level yang lebih tinggi. Melihat permainan yang diperagakan saat turun di Asian Games pihaknya optimistis pemain tunggal putra Indonesia bakal terus berkembang.

“Untuk ganda udah kelihatan termasuk pelapisnya. Sedangkan untuk tunggal putra mulai muncul. Asian Games memang jalan Jojo meraih hasil terbaik,” kata pria berusia 69 tahun itu.

Pada Asian Games 2018, Indonesia mempunyai dua pemain tunggal putra yang terbilang fenomenal. Selain Jojo ada nama Anthony Ginting.

Pemain muda ini juga bermain apik dan mampu mempersembahkam medali perunggu. Salah satu pemain unggulan yang dikalahkan adalah pemain asal Jepang yang juga juara dunia, Kento Momota. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...