Kemenristekdikti Segera Tutup 1.000 Perguruan Tinggi

Editor: Koko Triarko

2.005
Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti, Totok Prasetyo (kiri). –Foto: Agus Nurchaliq
MALANG – Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Totok Prasetyo, menyebutkan, sebanyak seribu perguruan tinggi (PT) diproyeksikan akan segera ditutup, guna meningkatkan mutu perguruan tinggi.
Hal tersebut tidak lepas dari banyaknya jumlah PT, namun memiliki Angka Partisipasi Kasar (APK) yang rendah.
“Kita saat ini sudah terlalu banyak perguruan tinggi, yakni 4.670, tapi APK kita hanya 31 persen. Artinya, banyak perguruan tinggi yang tidak ada mahasiswanya,” ujarnya, saat menghadiri International Conference On Smart Green Technology (ICSGT) di Malang, Senin (27/8/2018).
Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini yang memiliki usia-usia kuliah, hanya 31 persen, artinya banyaknya jumlah perguruan tinggi tidak mempengaruhi mereka untuk mau kuliah. Sekarang banyak PT yang mahasiswanya hanya sedikit, sehingga menyebabkan kondisi PT tersebut seakan mati segan, hidup pun tak mau.
“Untuk itu, Kemenristekdikti berencana akan menutup 1.000 perguruan tinggi.  Kami akan tutup 1.000 perguruan tinggi. Namun kita tidak akan asal tutup begitu saja, tapi ada program merger untuk menggabungkan perguruan tinggi agar lebih sehat,” ungkapnya.
Totok juga menyampaikan, di era revolusi industri 4.0, semua pihak termasuk perguruam tinggi harus ikut bergerak dan harus bisa segera beradaptasi dengan perubahan, termasuk dalam hal literasi.
“Kalau dulu literasi orang Indonesia hanya sebatas baca, tulis, hitung, tapi sekarang sudah harus ada literasi teknologi maupun literasi data. Sehingga diharapkan, kampus juga harus siap dengan perubahan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, jika dulu pembelajaran jarak jauh (during) masih dianggap haram dalam dunia pendidikan, tapi sekarang justru sudah mulai dilakukan.
“Saat ini sudah ada beberapa universitas yang mengambil mata kuliah during. Tapi tetap harus ada izin, sehingga tidak asal ambil,” pungkasnya.
ICSGT diselenggarakan Politeknik Negeri Malang (Polinema), dihadiri oleh perwakilan dari beberapa negara, d iantaranya Jepang, Australia, Malaysia, India, Korea, dan Mesir.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.