Kemensos Sudah Salurkan Bansos Rp1,25 Triliun ke Gempa Lombok

161

LOMBOK BARAT – Kementerian Sosial (Kemensos), telah menyalurkan bantuan sosial tanggap darurat, untuk korban gempa bumi di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), senilai Rp1,25 triliun.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasamita menyebut, bansos triliunan rupiah tersebut, terdiri atas bantuan logistik, santunan ahli waris, termasuk uang duka untuk relawan yang gugur dalam penangganan korban bencana gempa. Selain itu, ada pula bantuan dalam bentuk santunan paket kebutuhan pokok beras reguler, peralatan dapur keluarga, bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai.

“Seluruh upaya tersebut merupakan perwujudan hadirnya negara dalam memberikan perlindungan dan jaminan sosial kepada rakyat yang tertimpa bencana,” kata Agus yang dilantik sebagai Menteri Sosial oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (24/8/2018), menggantikan Idrus Marham.

Agus menyebut, sejak gempa mengguncang NTB pada 29 Juli, Kemensos telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat, meliputi pemenuhan kebutuhan dasar yang terdiri atas pemenuhan tempat tinggal sementara, hingga pemenuhan kebutuhan pemakanan. Selain itu, Kemensos juga melakukan pengerahan tim penanganan terpadu, untuk proses pendampingan dan verifikasi data, sampai masa tanggap darurat berakhir. Serta memberi santunan bagi ahli waris korban meninggal.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara, telah terdistribusi 1.519 tenda gulung, tenda keluarga, dan tenda serbaguna. Sementara untuk tambahan bantuan penyediaan shelter, Kemensos mengaktifkan klaster nasional pengungsian.

Untuk pemenuhan kebutuhan makanan, pemerintah provinsi dapat mengeluarkan cadangan beras pemerintah hingga 200 ton, sementara setiap kabupaten dapat mengeluarkan 100 ton dari gudang Perum Badan Urusan Logistik. “Kemensos juga menyalurkan sembako berupa beras dan lauk pauk sebanyak 21.000 paket dan 1.000 paket peralatan dapur keluarga,” rincinya.

Dalam masa tanggap darurat yang berakhir 25 Agustus, pemerintah secara bertahap menyalurkan santunan ahli waris korban meninggal, untuk 563 orang dengan nilai total Rp8,34 miliar. Selain korban jiwa, Data Dinas Sosial NTB dan Posko Induk, hingga 25 Agustus, tercatat ada 1.116 orang mengalami luka berat/rawat inap, 71.937 rumah rusak dan 417.529 jiwa mengungsi.

“Mereka yang berada di pengungsian diberikan layanan pemulihan sosial, meliputi layanan dukungan psikososial, perlindungan sosial berkelanjutan, dan pengerahan taruna siaga bencana serta pendamping PKH,” pungkas Mensos Agus. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk