Kementerian PPA Sosialisasikan Aplikasi Simfoni

Editor: Mahadeva WS

197
Kepala Biro Perencanaan dan Data Kementerian PPPA Indra Gunawan dan Saat Pelaksanaan Bimtek yang dihadiri 17 Provinsi Wilayah Indonesia Bagian Timur – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Guna mempertajam analisa penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) implementasikan aplikasi Sistem Informasi Online (Simfoni) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Aplikasi daring tersebut telah hadir sejak 2016, dan mulai diterapkan di sejumlah kabupaten, kota dan provinsi secara bertahap. Untuk mengintensifkan penginputan data kasus kekerasan perempuan dan anak tersebut, kementerian PPPA aktif mensosialisasikan pemanfaatan aplikasi simfoni.

“Simfoni PPA menjadi database beragam kasus yang melibatkan perempuan dan anak dari seluruh wilayah Tanah Air. Data ini bisa diakses langsung dengan kelebihan yang dimilikinya, dan kita bisa langsung menganalisa bagaimana penanganan dari kasus yang terjadi,” ujar Kepala Biro Perencanaan dan Data Kementerian PPPA, Indra Gunawan, di sela Bimbingan Teknis Nasional Pengelolaan Simfoni PPA Angkatan II di Balikpapan, Rabu (29/8/2018).

Sebelum aplikasi simfoni hadir, penginputan data kasus kekerasan perempuan dan anak dilakukan secara manual. Oleh karenanya, aplikasi tersebut memudahkan pemerintah daerah untuk mendata langsung laporan yang diperoleh, dan bagaimana proses penanganannya.

“Seluruh provinsi sudah bisa menerapkannya. Tim penanganan kasus perempuan dan anak baik operator atau pengelola data di tingkat provinsi serta kabupaten/kota bertugas untuk melaporkan kasus tersebut. Kemudian menginput data kasus ke dalam Simfoni PPA,” papar Indra.

Kendati telah berjalan dua tahun, masih ada beberapa kendala dalam penerapan aplikasi tersebut. Seperti kondisi jaringan, hingga Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengoperasikan sistem. “Kadang mereka belum aware betapa pentingnya pengumpulan data. Sebab dari data ini nantinya bisa dijadikan bahan advokasi,” tandasnya.

Simfoni PPA tidak hanya untuk menginput atau mencatat kasus yang terjadi. Aplikasi itu dapat membantu Kementerian PPPA, serta instansi terkait, dalam pengembangan mekanisme penanganan kekerasan perempuan dan anak. “Dalam aplikasi itu akan terlihat, mekanisme penanganan atau advokasi yang dilakukan setiap daerah,” pungkas Indra Gunawan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.