Kenaikan Harga BBM Pertamax, Picu Inflasi Juli 2018

Editor: Satmoko Budi Santoso

188
Kepala BPS Pusat (tengah) saat memimpin acara jumpa pers di Jakarta - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa terjadinya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi ternyata juga ikut andil menyumbang terjadinya Inflasi.

Demikian pernyataan yang disampaikan Kepala BPS Pusat, Suhariyanto, saat menggelar acara jumpa pers di Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Menurut Suhariyanto, Pemerintah dalam hal ini melalui PT. Pertamina (Persero) sebelumnya telah menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertalite, Pertadex, Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamax Turbo.

Kenaikan harga BBM tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan seiring naiknya harga minyak mentah di pasar dunia.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, terjadinya kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mulai diberlakukan sejak tanggal 1 Juli 2018, ternyata juga ikut andil atau menyumbang kenaikan inflasi secara nasional sebesar 0,06 persen. “Namun sebenarnya pengaruh atau dampak secara langsung terhadap Inflasi tidak terlalu signifikan,” jelasnya di Gedung BPS Pusat, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Menurut Suhariyanto, secara keseluruhan Inflasi yang terjadi sepanjang Juli 2018 sebesar 0,28 persen tersebut juga dipengaruhi adanya kenaikan harga sejumlah kelompok pengeluaran. Di antaranya kelompok bahan makanan seperti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.

Kemudian disusul kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga. Sedangkan satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Suhariyanto juga menjelaskan bahwa tingkat Inflasi berdasarkan tahun kalender yang sedang berjalan periode Januari 2018 hingga Juli 2018 sebesar 2,18 persen. Sedangkan tingkat Inflasi tahun ke tahun atau Year on Year sebesar 3,18 persen.

Sementara itu, BPS Pusat juga melaporkan bahwa komponen inti sepanjang Juli 2008  juga mengalami Inflasi sebesar 0,41 persen. Sedangkan Inflasi komponen inti dari tahun ke tahun atau Year on Year (YoY) periode Juli 2018 dengan Juli 2017 atau tahun sebelumnya, dilaporkan mencapai 2,87 persen.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.