Kerajinan Kalsel di Ekspor Lewat Daerah Lain

Editor: Mahadeva WS

203

BANJARMASIN – Produk kerajinan dari Kalimantan Selatan (Kalsel) banyak yang dipasarkan hingga ke luar negeri. Hanya saja proses pemasaran banyak dilakukan dari daerah lain.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disdag Kalsel Hj Riaharti Zulfahani – Foto Arief Rahman

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel, Hj Riaharti Zulfahani menyebut, pemasaran produk handmade asal Kalsel tidak dilakukan secara langsung, tetapi melalui daerah lain, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jogja hingga Bali.

Handmade seperti kain sasirangan, berbagai kerajinan tas dari purun hingga ukiran kayu unik, banyak yang dijual di pasar luar negeri. Namun perajin biasanya menjualnya melalui daerah lain,” ungkapnya, Selasa (28/8/2018).

Perajin tidak menjual secara langsung ke pasar luar negeri, karena jumlah produksi yang dihasilkan masih sangat terbatas. Sementara pembeli di luar negeri biasa membeli dalam jumlah besar. Hal tersebutlah yang akhirnya menjadikan perajin melakukan kongsi dengan pengusaha dari daerah lain, agar bisa memenuhi pasar luar negeri.

Agar handmade produk Kalsel bisa di ekspor secara langsung, Disdag Kalsel berupaya mendorong perajin, untuk bisa meningkatkan produksi dengan kualitas yang seragam. “Memang untuk meningkatkan produksi ini tidak mudah, karena pasti memerlukan Sumber Daya Manusia dan Modal yang tidak sedikit. Namun walau begitu kita akan terus berupaya agar kedepannya makin banyak produk handmade di Kalsel yang bisa dipasarkan secara langsung ke Luar Negeri,” harapnya.

Sebelumnya, perajin purun di Kampung Purun, Kota Banjarbaru, Siti Mariana menyebut, perajin kesulitan mengerjakan order kerajinan berbahan baku purun dalam jumlah besar. Untuk memenuhi permintaan pasar lokal, seperti untuk souvenir yang jumlahnya ratusan buah, tidak jarang pihaknya kewalahan saat mengerjakan.

Tidak jarang, perajin harus melimpahkan pekerjaan ke daerah lain, seperti daerah Hulu Sungai. “Perajin purun kita sangat terbatas, hanya sekitar 16 orang saja. Jadi tentu untuk mengerjakan handmade purun dalam waktu singkat dan dalam jumlah besar kita terkadang tidak mampu,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...