Kerja Sama Lintas Sektor Wujudkan Desa Wisata Berbasis Lingkungan

Editor: Koko Triarko

194
LAMPUNG – Pengembangan sektor pariwisata dengan memaksimalkan potensi alam, terus dilakukan oleh masyarakat di Lampung Selatan. Salah satunya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni.
Rahmat, Ketua Pokdarwis Ragom Helau, menyebut, bentang alam Desa Totoharjo, di antaranya laut, perbukitan dan gunung, telah menjadi destinasi wisata alam yang kerap dikunjungi.
Saat ini, katanya, Desa Totoharjo melalui melalui Peraturan Desa (Perdes), telah menetapkan sejumlah kawasan sebagai destinasi wisata. Kawasan wisata yang sudah berjalan dan dikelola, di antaranya Pantai Belebuk Karang Indah, Pulau Sekepol, Pulau Mengkudu, Pantai Sumber Muli.
Pengembangan terbaru dilakukan oleh Pokdarwis pada wisata berbasis lingkungan di kawasan hutan Gunung Rajabasa.
Ir. Gunardi Djoko Winarno, M.Si., Dosen Konservasi Sumber Daya Hutan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unila, memegang bunga matahari sebagai sumber pakan lebah madu untuk pengembangan ekowisata [Foto: Henk Widi]
Menurutnya, jumlah kunjungan ke destinasi wisata bahari di Desa Totoharjo, pada hari biasa mencapai ratusan orang, dan ribuan orang saat hari libur. Potensi tersebut menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD), dengan pengelolaan objek wisata yang dilakukan oleh Pokdarwis Ragom Helau, yang merupakan sub usaha Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Barokah.
Tata kelola sektor wisata disebutnya terus dikembangkan untuk menarik kunjungan wisata ke desa tersebut.
“Setelah mengembangkan sektor wisata bahari, Pokdarwis Ragom Helau melirik adanya potensi sektor wisata berbasis alam yang masih bisa dijadikan sumber kesejahteraan bagi warga melalui hutan desa,” terang Rahmat, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (5/8/2018).
Rahmat mengatakan, wisata alam lainnya yang telah dikembangkan, adalah wisata madu yang dilakukan oleh Kelompok Pengelola Hutan (KPH) Karya Bhakti, yang merupakan mitra kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Unit XIII Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.
Menurut Rahmat, koordinasi lintas sektoral dalam pengembangan wisata berbasis alam, dilakukan dengan menciptakan integrasi antara wisata bahari dan hutan.
Penataan Desa Wisata Totoharjo saat ini telah didukung dengan infrastruktur akses jalan yang memadai, beraspal dan rigid beton, dan sejumlah penginapan (homestay) tradisional. Keberadaan hutan desa di bawah KPH dan keberadaan petani pembudidaya lebah madu, sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi perlebahan.
“Pokdarwis tidak bisa berjalan sendiri, sehingga kami terus menggaet pihak terkait, di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Kehutanan dan lembaga pendidikan untuk pengembangan wisata desa kami,” cetus Rahmat.
Ia menyebut, dukungan lintas sektoral juga terlihat dengan kehadiran sejumlah mahasiswa Universitas Lampung (Unila). Mahasiswa Unila Fakultas Pertanian Jurusan Kehutanan yang didampingi KPH Unit XIII Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, bahkan melakukan pendampingan dalam mewujudkan wisata terintegrasi tersebut.
Ir. Gunardi Djoko Winarno, M.Si., Dosen Konservasi Sumber Daya Hutan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, menyebut potensi eko wisata merupakan peluang di Desa Totoharjo.
Rahmat selaku ketua Pokdarwis Ragom Helau saat berada di Pantai Sumber Muli, Desa Totoharjo [Foto: Henk Widi]
Setelah melakukan survei ke sejumlah lokasi, di antaranya pantai, budi daya lebah, homestay dan hutan desa, Gunardi Djoko Winarno memastikan pengembangan eko wisata di Desa Totoharjo bisa lebih dikembangkan.
Kehadiran lembaga pendidikan disebutnya ikut mendorong pengembangan sektor wisata yang dikelola oleh Pokdarwis Ragom Helau.
“Sektor wisata di Desa Totoharjo, kami lihat sudah sangat berwawasan lingkungan, karena basisnya alam dan masyarakat telah dilibatkan untuk memperoleh kesejahteraan,” beber Gunardi.
Daya dukung tersebut terlihat dengan jarak objek wisata pantai ke perkampungan warga, terhubung mudah melalui infrastruktur jalan. Warga yang tinggal di lereng Gunung Rajabasa tersebut rata-rata menanam bunga, memiliki rumah yang layak dijadikan homestay.
Mahasiswa Unila Fakultas Pertanian, di antaranya memilih konsentrasi Konservasi Sumber Daya Alam, diakuinya ikut dilibatkan dan meningkatkan potensi tersebut.
Integrasi ekowisata diakui lulusan S3 Institut Pertanian Bogor program studi Ekowisata dan Jasa Lingkungan tersebut, khusus di Desa Totoharjo harus bisa melibatkan masyarakat, sehingga membawa kesejahteraan masyarakat.
Dukungan dari Dinas Kehutanan melalui penyuluh dan rimbawan dalam pengadaan rumah kelola, melibatkan petani pembudidaya lebah sekaligus menjadi daya tarik wisata di Desa Totoharjo.
Objek wisata Pantai Sumber Muli dan Belebuk yang berada di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, ramai dikunjungi wisatawan [Foto: Henk Widi]
Upaya membentuk kampung lebah madu, lanjutnya, bahkan sudah mulai dilakukan oleh sejumlah petani lebah anggota KPH Karya Bhakti.
Suharto Endang, selaku penyuluh Kehutanan KPH Unit XIII Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, menyebut potensi kampung lebah madu bisa diwujudkan di desa tersebut.
Menurutnya, Desa Wisata dengan keberadaan para pembudidaya lebah madu, bahkan sudah mulai memproduksi madu serta produk lebah lainnya. Potensi tersebut didukung oleh masyarakat yang menanam berbagai jenis bunga dan pohon sumber makanan bagi lebah madu.
“Pengelolaan hutan desa sebagai lokasi budi daya lebah diharapkan bisa menjadi tempat wisata untuk mendapatkan hasil hutan bukan kayu,” beber Suharto Endang.
Integrasi sektor wisata tersebut, lanjut Suharto, ke depan akan dikonsep dalam paket perjalanan Desa Wisata Totoharjo. Wisatawan bisa mengunjungi objek wisata bahari pantai Sumber Muli, Pantai Belebuk, Pulau Sekepol, Pulau Mengkudu, dilanjutkan mengunjungi rumah kelola KPH yang digunakan untuk budi daya lebah madu dan menginap di homestay warga.
Jalur trek untuk penyuka wisata petualangan juga akan dibuat untuk menarik wisatawan, sehingga sektor wisata terintegrasi berbasis lingkungan segera terwujud, sekaligus memberi kesejahteraan bagi warga.
Baca Juga
Lihat juga...