KH Ma’ruf Amin Non-Aktif dari Ketum MUI

Editor: Koko Triarko

376
Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi. -Foto: Sri Sugiarti.
JAKARTA – Untuk menjaga independensi  Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari dinamika politik praktis, KH Ma’ruf Amin memilih nonaktif dari jabatannya sebagai Ketua MUI. 
“Sejak ditetapkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) oleh KPU, beliau sudah menetapkan diri nonaktif dari Ketua Umum. Sikap itu ditegaskan lagi oleh Kiai Ma’ruf, pada hari ini,”  kata Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, dalam siaran pers yang diterima Cendana News, Selasa (28/8/2018) malam.
Menurutnya, keputusan tersebut semata-mata didasari pertimbangan, agar posisinya sebagai cawapres tidak menimbulkan pro-kontra di masyarakat, termasuk di internal MUI.
“KH Ma’ruf ingin fokus mengerjakan amanat, karena dipercaya sebagai cawapres Jokowi, sebagaimana fokusnya beliau mengabdi di MUI selama ini,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlangsungan organisasi MUI, tampuk kepemimpinan MUI akan diemban oleh dua Wakil Ketua Umum,  yakni Yunahar Ilyas dan Zainut Tauhid Sa’adi.
“Jadi, roda organisasi tetap berjalan normal seperti biasa, meski Ketum kita nonaktif,” ucap Zainut.
Sekertaris Jenderal (Sekjen) MUI, Anwar Abbas, mengapresiasi langkah yang diambil oleh KH Ma’ruf Amin. Sebenarnya, menurut dia, tidak ada aturan organisasi yang mengharuskan Ketua Umum MUI nonaktif selama masa pencalonan cawapres tersebut.
“Namun dengan kearifannya, beliau melakukan itu,” ujar Anwar.
Dia berharap, langkah yang ditempuh KH Ma’ruf ini menjadi tauladan yang baik bagi seluruh jajaran pengurus MUI di berbagai provinsi di Indonesia.
Terlebih lagi, menurut Anwar, posisi MUI yang selama ini selalu menjadi rujukan atau payung umat. Sehingga, keteladanan KH Ma’ruf menjadi sangat penting, tidak hanya melihat aturan tertulis, tapi juga persoalan politiknya.
Baca Juga
Lihat juga...