KLHK Perkirakan Jumlah Sampah pada 2019 Capai 68 Juta Ton

1.465
JAKARTA – Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), memperkirakan  total jumlah sampah Indonesia pada 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan mencapai 9,52 juta ton, atau 14 persen dari total sampah yang ada.
Hal tersebtut disampaikan Direktur Jenderal PSLB3-KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, dalam acara Training of Trainer bertema Manajemen Bank Sampah Berbasis Lingkungan, yang diselenggarakan oleh KLHK, bekerja sama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), melalui Bank Sampah Nusantara. Acara digelar dua hari, Rabu-Kamis (29-30/8/2018) di Jakarta Timur.
Dengan potensi peningkatan sampah tersebut, Rosa mengatakan, perlunya dilakukan pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga, secara komprehensif dan terpadu dengan menerapkan prinsip pengurangan dan penanganan melibatkan partisipasi masyarakat.
“Pengelolaan sampah dari sumbernya juga untuk mendukung pengelolaan sampah selanjutnya, karena pada akhirnya akan dapat mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke TPA”, katanya.
Menurut Rosa, jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebanyak 0,7 kilogram, maka jumlah timbulan sampah rata-rata harian di kota-kota metropolitan (jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa) dan kota besar (jumlah penduduk 500 ribu-1juta jiwa) masing-masing adalah 1.300 ton dan 480 ton.
“Sampah plastik itu memang semakin lama semakin bertambah, kalau dari total jumlah timbulan sampah yang dihasilkan itu, 15 persennya adalah sampah plastik. Nah, saat ini KLHK sedang menyusun dua rancangan Permen (Peraturan Menteri) terkait hal itu,” jelas Rosa.
Lebih jauh, Rosa menjelaskan, Permen yang pertama berkaitan dengan pembatasan penggunaan kantong belanja plastik. Permen tersebut nantinya akan memberikan pedoman ke pemerintah mengenai mekanisme pembatasan penggunaan kantong belanja plastik. Permen kedua, akan mengatur tentang produsen untuk merancang kembali kemasannya, agar tidak single use.
Pakai plastik yang recycable dan reusable, terus bagaimana kalau misalnya konsumen sudah tidak menggunakan itu, take back-nya seperti apa,” jelas Rosa.
Dengan adanya Training of Trainer (TOT) yang bekerja sama dengan LPBI NU ini, Rosa berharap, peserta nantinya ketika kembali ke daerahnya masing-masing dapat membagi dan mengembangkan pengetahuannya ke komunitas lain di daerahnya masing-masing.
Sementara itu, Ketua LPBI NU, M Ali Yusuf, menjelaskan, pelatihan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk, pertama; mensosialisasikan kebijakan pemerintah tentang pengelolaan sampah dan bank sampah. Kedua; sosialisasi kondisi lingkungan, dampak sampah pada perubahan iklim dan bencana. Ketiga; memperkenalkan konsep manajemen bank sampah berbasis lingkungan kepada pengelola bank sampah. Keempat; sosialisasi peluang bisnis pengelolaan sampah.
Kemudian, kelima; memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pengelola sampah tentang Return on Investment (RoI) dan Social Return on Investment (SRoI) pada Bank Sampah, sebagai Social Enterpreneurship. Keenam; memberikan keterampilan sederhana tentang cara menghitung CO2 yang diikat dalam pengelolaan sampah di Bank Sampah. Ketujuh; memberikan keterampilan daur ulang sampah, dan Kedelapan; tentang pengelolaan Bank Sampah tidak hanya menjadi Pelaksana, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi trainer lingkungan untuk masyarakat di sekitarnya.
Mengingat pentingnya pelatihan tersebut, ia mengimbau agar seluruh peserta yang hadir dapat memanfaatkan proses pembelajaran pelatihan tersebut dengan baik.
“Alangkah ruginya jauh-jauh datang ke sini, jika tidak belajar dengan baik, karena ini sangat bermanfaat, untuk pengelolaan sampah di komunitas masing-masing”, tuturnya.
Pelatihan yang digelar selama dua hari ini dihadiri oleh perwakilan BSN LPBI NU dari berbagai daerah, di antaranya, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Lampung, dan Kalimantan.
Lihat juga...

Isi komentar yuk