Koperasi Posdaya Pengasih Targetkan SHU Rp66 Juta

Editor: Koko Triarko

1.562
YOGYAKARTA – Sebagai induk program Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) di kabupaten Kulonprogo, Koperasi Posdaya Pengasih, terus berupaya meningkatkan kualitasnya dalam memberikan bantuan modal usaha pada masyarakat kurang mampu, maupun pelaku usaha industri kecil mikro/skala rumah tangga. 
Pada tahun ini, Koperasi Posdaya Pengasih bahkan mentargetkan mampu menambah jumlah anggota hingga 2.000 orang, dari 22 kelompok Posdaya, dengan target keuntungan SHU mencapai Rp66 juta.
Manajer Unit Tabur Puja Koperasi Posdaya Pengasih, Irwan Tri Aryanto, mengatakan, sejak didirikan pada 2013, Posdaya Pengasih hingga saat ini telah memiliki sekitar 1.840 anggota atau nasabah, yang tersebar di 18 kelompok Posdaya di sejumlah kecamatan, seperti Pengasih, Wates, Panjatan, Sentolo, dan Lendah.
Manager Unit Tabur Puja Koperasi Posdaya Pengasih, Irwan Tri Aryanto. –Foto: Jatmika H Kusmargana
Sejak diberikan gelontoran modal senilai Rp3 miliar secara bertahap  oleh Yayasan Damandiri, aset Koperasi Posdaya Pengasih saat ini telah meningkat mencapai Rp3,075 miliar. Yakni dengan omset atau perputaran uang mencapai Rp12,8 miliar, dan keuntungan SHU hingga bulan Juli lalu tercatat Rp47juta.
“Sampai bulan Juli lalu, target kita di tahun 2018 telah tercapai sekitar 85 persen. Kita harapkan pada akhir tahun nanti, seluruh target bisa tercapai,” katanya.
Dibandingkan tahun 2017, sambungnya, jumlah anggota Koperasi Posdaya Pengasih tidak banyak berubah, atau tidak mengalami peningkatan signifikan. Hal ini karena banyaknya anggota yang keluar masuk sebagai anggota. Meski demikian, pihaknya mengaku terus melakukan upaya sosialisasi, guna dapat menarik nasabah.
“Selain tak sedikit Posdaya di Kulon Progo ini yang mati suri, kendala kita karena di Kulon Progo ini banyak lembaga keuangan serupa. Sehingga persaingannya cukup ketat,” katanya.
Namun, berbagai upaya terus dilakukan, dan salah satu strategi yang dilakukan Koperasi Posdaya Pengasih untuk meningkatkan omset dan keuntungan, adalah dengan menambah alokasi pinjaman modal pada setiap nasabah. Mulai 2018 ini, Koperasi Posdaya Pengasih menggelontorkan pinjaman maksimal Rp5 juta per anggota, dengan syarat ketentuan berlaku.
“Tahun pertama, kita maksimal hanya memberikan pinjaman Rp2 juta per anggota. Lalu, meningkat Rp3 juta. Dan, sekarang kita tingkatkan lagi menjadi Rp5 juta, dengan syarat harus lancar dalam melakukan pembayaran selama tiga tahun terakhir. Nanti cicilan juga kita tambah bisa lebih dari satu tahun,” ungkapnya.
Dengan gelontoran dana pinjaman modal usaha mencapai Rp100-180 juta untuk setiap kelompok Posdaya, Koperasi Posdaya Pengasih rutin melakukan verifikasi kelayakan setiap kelompok maupun anggota penerima. Pasalnya, sebagaimana lembaga keuangan lainnya, Koperasi Posdaya Pengasih kerap mendapat kendala macetnya pembayaran cicilan oleh anggota.
“Sampai dengan bulan kemarin, jumlah tunggakan tercatat mencapai Rp40-50 juta. Namun, angka NPL kita saat ini masih di angka 3,4. Idealnya memang dibawah 2. Namun, kita masih di bawah batas angka toleransi 5, sehingga masih tergolong sehat,” katanya.
Baca Juga
Lihat juga...