Korban Gempa Lombok di Dusun Tangga Belum Dapat Bantuan

1.455
Ilustrasi - Korban gempa- Dok: CDN
MATARAM – Dusun Tangga yang berada di daerah perbukitan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat(NTB), sampai sekarang masih terisolir akibat ruas jalan yang berada di tepi ngarai, retak-retak, sehingga hanya bisa dilalui motor saja.
Kondisi tersebut terjadi pascagempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR), yang berpusat di kawasan perbukitan Lombok Utara. Selepas Dusun Sambik Jengkel Timur yang masuk wilayah Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, jalan tanah retak-retak yang tinggal berjarak sekitar dua meter dari ngarai yang dalamnya puluhan meter itu.
Sekitar satu kilometer, jalan tanah itu bersisian dengan ngarai. Tepat di seberangnya terlihat dinding ngarai berwarna kecoklatan terdampak gempa tektonik satu pekan lalu.
Pengendara motor pun harus mengambil bahu jalan sebelah kiri. Selepas jalan di tepian ngarai, baru memasuki jalan di tengah hutan, sesekali terlihat rumah di kiri kanan jalan dalam keadaan ambruk.
Sesampainya di pusat dusun Tangga, rumah milik warga sudah tidak ada yang utuh alias rusak berat, sejumlah warga pun sementara tinggal di tenda darurat dan gubug.
Sekadar diketahui, jarak dari Kota Mataram menuju Dusun Tangga itu 47 kilometer, dan dari jalan utama Kabupaten Lombok Utara berjarak 7 kilometer dengan kontur menanjak.
“Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah, kami makan dari sisa makanan dari puing-puing rumah kami,” kata Aminah, warga Dusun Tangga, Sabtu (11/8/2018).
Dirinya mengaku kecewa karena sampai sekarang belum turun juga bantuan dari pemerintah, padahal sudah enam hari pascagempa.
“Ada bantuan juga bersifat pribadi dari saudara-saudara yang datang ke sini,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...