Korban Meninggal Gempa Bertambah, Telan 36 Orang

Editor: Makmun Hidayat

581

LOMBOK — Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Agung Pramuja, mengatakan berdasarkan data yang dihimpun sementara, gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter, selain mengakibatkan kerusakan rumah warga, juga menimbulkan korban jiwa.

“Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD NTB, korban meninggal mencapai 27 orang,” kata Agung melalui keterangan tertulisnya, Senin (6/8/2018)

Dari 27 korban meninggal tersebut, 9 orang dari Desa Gondang, Kecamatan Gangga, 5 orang Desa Sesait, Desa Santong Pandora Daya, Kecamatan Gangga 3 orang, Desa Dangiang Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara 10 orang.

Selain Kabupaten Lombok Utara, korban meninggal dunia juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat 3 orang, Kabupaten Lombok Tengah 1 orang, Kota Mataram 4 orang dan Kabupaten Lombok Timur 1 orang, sehingga total korban jiwa mencapai 37 orang.

“Itu baru sementara, karena belum bisa terdeteksi dengan pasti, mengingat kondisi malam hari, ditambah gelap gulita, listrik mati dan besok baru akan dilakukan pendataan dengan turun lapangan,” katanya.

Ditambahkan, kerusakan rumah akibat gempa yang kekuatannya lebih besar dari gempa sebelumnya cukup parah dan membuat warga panik dan takut kembali ke rumah, sehingga memilih tidur di lapangan dan halaman rumah dengan membuat tenda darurat menggunakan terpal.

Sebelumnya gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Pulau Lombok membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah dan tetap memilih tidur di lapangan dan halaman rumah. Tercatat sudah belasan kali terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil dari gempa pertama.

Atas gempa tersebut, BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan potensi terjadinya gempa, status tersebut kembali dicabut dan meminta warga tetap waspada terjadinya gempa susulan.

Baca Juga
Lihat juga...