KPK Tahan Anggota DPRD Sumut Elezaro Duha

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

298

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka Elezaro Duha. Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara periode 2009 hingga 2014 tersebut tersangkut kasus dugaan suap terkait Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Sebelumnya tersangka sempat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan. Usai diperiksa, Elezaro terlihat mengenakan rompi tahanan KPK warna oranye saat keluar meninggalkan ruangan pemeriksaan di Gedung KPK.

“Tersangka Elezaro Duha ditahan selama 20 hari pertama untuk kepentingan pengembangan penyidikan, sekaligus pengembangan kasus perkara dugaan penerimaan suap atau gratifikasi,” terang Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Dikatakan, Elezaro merupakan tersangka ke 11 yang ditahan. Sebelumnya KPK sudah menahan 10 tersangka yang merupakan oknum anggota DPRD Sumut dalam kasus serupa.

Disebutkan juga, pihaknya juga melakukan pemanggilan terhadap tiga orang tersangka lainnya. Masing-masing Musdalifah, Manahan Panggabean dan Pasiruddin Daulay, namun ketiganya tidak datang memenuhi panggilan pemeriksaan.

Hingga saat ini, penyidik KPK telah menetapkan 38 oknum Anggota DPRD Sumut periode masa jabatan 2009 hingga 2014 dan 2014 hingga 2019 sebagai tersangka. Mereka diduga menerima uang tunai dari Gatot Pujo Nugroho, mantan Gubernur Provinsi Sumut periode 2009 hingga 2014.

Sejumlah uang tunai dalam jumlah yang bervariasi, mulai Rp300 juta hingga Rp350 juta per orang diduga diberikan untuk memuluskan laporan pertanggungjawaban keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Tahun Anggaran (TA) 2012 hingga 2014.

Kemudian berkaitan dengan persetujuan perubahan Rancangan APBD Pemprov Sumut TA 2013 hingga 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut TA 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015.

Selain itu, hingga saat ini KPK juga telah menerima pengembalian sejumlah uang sebesar Rp5,47 miliar.

Baca Juga
Lihat juga...