KPPU Padang Panggil Perusahaan Penyalur Ayam dan Telur

Editor: Satmoko Budi Santoso

239

PADANG – Harga daging ayam dan telur ayam ras yang mahal hingga dua pekan di sejumlah daerah di Indonesia, terjadi juga di daerah Kota Padang, Sumatera Barat. Kondisi tersebut membuat kecurigaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), yaitu adanya indikasi permainan pasokan dari pihak agen.

Kepala Kantor Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Medan, Ramli ST Simanjuntak, mengatakan, khusus di daerah Medan Provinsi Sumatera Utara, penyebab kenaikan harga daging ayam dan telur ayam ras bukan dikarenakan soal produksi, namun adanya pengaturan harga yang dilakukan oleh pedagang besar yang ada di Medan.

Sementara, setelah dilakukan sidak ke Pasar Raya Padang, juga ditemukan harga daging ayam dan telur ayam ras dengan harga yang tidak normal.

“Di Padang, setelah kita cek di pasar dua pekan terakhir, kata pedagang harga daging ayam Rp27.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Sementara, untuk telur ayam ras Rp1.200 hingga Rp1.600 per butir, tergantung ukuran telur. Sebelumnya, harga daging ayam di Padang berkisar Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram. Nah, di sini kan terlihat kenaikan harganya, selanjutnya akan saya cek langsung ke peternak yang ada di Sumatera Barat,” ucapnya di Padang, Rabu (1/8/2018).

Menurutnya, apabila ada indikasi monopoli, maka KPPU akan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan, yakni menemui satu per satu peternak ayam yang ada di Sumatera Barat. Hal ini mengingat persoalan ayam dan telur, saat ini merupakan permasalahan nasional, karena kenaikan harga yang sangat signifikan.

Padahal, melihat pada tren tahun ke tahun, kenaikan harga sering terjadi di saat sebelum Ramadan dan Lebaran. Namun, kini kenaikan harga daging ayam dan telur ayam ras malah terjadi usai Lebaran.

Ia menyebutkan, KPPU sebelumnya juga telah mulai melihat adanya kenaikan harga daging ayam dan telur ayam ras, sejak awal tahun 2018. Tapi, yang naik secara siginifikan baru terjadi satu bulan terakhir.

“Saya contohkan di Medan, ada alasan yang mengatakan harga naik akibat harga pakan naik. Padahal tidak juga, karena kenaikan pakan hanya 100-200 perak saja. Jadi, kenaikan pakan seperti belum mempengaruhi harga ayam. Kalau di Padang, kita lihat nanti, karena KPPU akan cek lagi ke lapangan,” tegasnya.

Ramli menyatakan, persoalan kenaikan harga daging ayam dan telur ayam ras di Padang yang ditemukan sementara pada sidak hari ini, ialah persoalan pasokan yang sudah berkurang masuk ke padagang.

Untuk itu, KPPU dalam waktu dekat akan memanggil pihak pabrik atau agen untuk hadir dan membicarakan tentang penyebab kenaikan harga daging ayam serta telur ayam ras yang terjadi di Padang.

“Jadi, kalau harga yang diatur oleh pabrik atau agen, maka jelas ada indikasi permainan dalam hal ini. Apabila itu benar terjadi, maka mereka dinyatakan melanggar Undang-undang No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Koperasi Persatuan Peternak Ayam Kota Padang, Rajabman, mengatakan, kondisi menurunnya pasokan yang masuk ke pasar sudah dirasakan sejak 20 hari belakangan. Di Padang, ada tiga perusahaan yang memasok ayam ke pasar yang ada saat ini. Namun, akhir-akhir ini pasokan yang datang malah berkurang.

Akibat dari minimnya pasokan yang masuk ke pasar, cukup banyak pedagang yang terpaksa tidak berjualan ayam potong lagi. Sedangkan untuk pedagang yang masih bisa menjual ayam juga menghadapi dilema, karena sepi pembeli. Hal ini dikarenakan, mahalnya harga daging ayam, membuat minat pembeli jadi menurun.

“Saat ini, rata-rata harga ayam potong Rp27.000 per kilogram. Dulu ayam yang ada dijual di Pasar Raya Padang mulai dari Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram. Memang, ada kenaikan, hal ini dikarenakan pasokan ayam yang masuk, harganya juga mengalami kenaikan,” tegasnya.

Rajab menduga, kenaikan harga ayam potong dan telur ayam ras di Padang ada indikasi monopoli yang dilakukan sejumlah perusahaan. Persoalan vaksin dan yang lainnya, dianggap alasan tanpa penjelasan yang pasti. Untuk itu, pedagang berharap, pemerintah turun tangan menyelesaikan persoalan naiknya harga ayam.

“Saya sangat khawatir, jika hal seperti ini dibiarkan saja, maka ada kemungkinan harga ayam akan terus naik. Hal ini bukan membuat kami untung, karena jika harga mahal, pembeli pun sepi,” ungkapnya.

Wali Kota Padang, Mahyeldi, mengatakan, pemerintah sangat sensitif dengan kenaikan harga ayam yang terjadi akhir-akhir ini. Apalagi ayam yang masuk ke Padang cukup banyak datang dari distributor yang berasal dari Medan.

“Besok Pemerintah Kota Padang akan melakukan diskusi terkait kenaikan harga ayam. Apalagi kini KPPU telah datang ke Padang. Jadi hal ini pertanda kondisi harga ayam sepertinya cukup dikhawatirkan. Saya berharap betul semoga hal ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...