Kuntz Agus Angkat Legenda ‘Ki Ageng Selo Penangkap Petir’

Editor: Koko Triarko

190
Sutradara Kuntz Agus –Foto: Akhmad Sekhu
JAKARTA – Siapa pun kalau sudah sukses, ingin mengangkat kampung halaman sendiri dalam kariernya. Begitu juga dengan sutradara, Kuntz Agus, yang sudah sukses di dunia perfilman, mengangkat Boyolali dalam film produksi fourcolours films berjudul ‘Petualangan Menangkap Petir’.
“Saya lahir dan besar di Boyolali, jadi memang sekali-kali saya ingin bikin film sekalian pulang kampung yang kita bisa tidur di rumah orang tua di kampung sendiri,“ kata sutradara, Kuntz Agus, seusai press screening film ‘Petualangan Menangkap Petir’ di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (24/8/2018).
Agus membeberkan, dalam menyutradari film di kampung sendiri, ia merasa terbebani filmnya harus bagus, karena nanti akan disaksikan orang tua, sanak dan saudaranya.
“Saya percaya, kalau film itu josoh, ketika harus menyutadarai film ini sudah terasa kalau film ini memang cocoknya berlokasi di Boyolali, jadi akan membuat film di Boyolali dengan cerita yang cocok di Boyolali, “ bebernya.
Dalam film ini, Agus mengangkat Legenda Ki Ageng Selo Penangkap Petir yang baginya ceritanya sangat menarik, karena perpaduan legenda dan hikayat.
“Dari cerita Babad Tanah Jawa, memang saya paling suka cerita Ki Ageng Selo, yang cerita menangkap petirnya itu legenda, tapi saya percaya ada pesan-pesan yang tersembunyi di balik cerita menangkap petirnya, maka saya angkat dalam film ini tentang anak-anak yang meraih cita-cita untuk membuat film, “ terangnya.
Menurut Agus, yang menarik dari film ini adalah kita dibawa ke petualangan yang berbeda dari film-film sebelumnya. “Ada tangis sedihnya, ada senang riangnya, dan disajikan pemandangan Boyolali yang indah berseri,“ paparnya.
Agus merasa beruntung, karena para pemainnya dapat membantu dirinya mempermudah dalam proses syuting film ini. “Kita punya Abimana yang menjadi produser sekaligus pemain, kita juga punya Arie Kriting yang membantu banget ketika menggarap bagian komedinya, karena Arie adalah stand up komedian,“ ujarnya.
Harapan Agus terhahap film yang disutradarainya ini, ingin filmnya bisa membawa pesan kepada orang tua dan anak-anak. “Kita memakai sosial media, tapi masih bisa bermain di luar rumah dan di alam,“ tegasnya.
Film ini sebagian besar dibintangi oleh anak-anak.
“Fatih Unyu basic-nya adalah stand up komedian, tapi begitu di layar karena energi sudah sama dengan para pemeran cilik lainnya, jadi dalam film ini semuanya bermain bukan seperti berakting, karena penampilan mereka sangat natural,“ pungkasnya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.