KY Akan Pantau Sengketa Pemilu 2019

Editor: Koko Triarko

1.935
Ketua KY, Jaja Ahmad Jayus -Foto: M Hajoran
JAKARTA — Komisi Yudisial (KY) akan melakukan pantau sengketa pemilihan umum (pemilu) 2019 mendatang, sebagai upaya KY untuk mewujudkan peradilan yang bersih, berwibawa dan akuntabel, sekaligus menjaga kehormatan, keluhuran martabat serta perilaku hakim dalam memeriksa, mengadili dan memutus sengketa Pemilu.
Ketua KY, Jaja Ahmad Jayus, menjelaskan, agar tidak terjadi pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), terkait penyelesaian sengketa Pemilu Tahun 2019, maka KY menggandeng mitra dari KPU, Bawaslu, perguruan tinggi, dan media massa untuk secara serentak melakukan pemantauan persidangan, agar dapat terwujud peradilan yang bersih dan jujur.
Jaja mengatakan, komitmen bersama KY dengan mitra, di antaranya untuk mencegah gangguan terhadap hakim-hakim yang menangani perkara, termasuk perkara Pemilu 2019 mendatang. Baik saat sidang maupun di luar persidangan, yang sangat rawan dengan kepentingan pihak tertentu.
“Selain itu, KY bersama mitra juga berkomitmen untuk mencegah pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) di dalam persidangan, termasuk perkara Pemilu 2019, serta mengajak segenap warga negara Indonesia untuk ikut serta memantau persidangan termasuk persidangan Pemilu 2019,” ujarnya, Senin (27/8/2018).
Jaja menjelaskan, di antara instansi dan lembaga yang melakukan kerja sama, adalah Ketua Bawaslu-Abhan, Anggota KPU-Pramono Ubaid, Dekan Fakultas Hukum Universitas Trisakti-Komang Suka Arsana, Deputy Director Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi-Khoirunnisa Nur Agustyati dan Ketua Forum Jurnalis Komisi Yudisial-Joko Susilo.
“Sebagai langkah awal, KY beserta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan elemen masyarakat lainnya melakukan penandatanganan komitmen bersama, dalam rangka mewujudkan peradilan jujur dan adil,” ungkapnya.
Baca Juga
Lihat juga...