KY Minta Masyarakat Hormati Putusan Hakim Terkait Vonis Meiliana

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

171
Juru Bicara KY Farid Wajdi. Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA — Komisi Yudisial (KY) mengimbau kepada semua pihak untuk menghormati proses dan putusan dalam kasus penistaan agama oleh Meiliana di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Balai, Sumatera Utara. Terdakwa divonis 18 bulan penjara karena terbukti melanggar Pasal 156a KUHP karena melakukan ujaran kebencian dan penodaan agama.

“Majelis hakim telah menjatuhkan vonis 18 bulan untuk Meiliana pada Selasa (21/8), oleh karena itu KY mengimbau semua pihak menghormati proses dan putusan. Seluruh materi dalam persidangan merupakan otoritas hakim untuk dapat memeriksa, mengadili, dan memutusnya,” kata Juru Bicara KY, Farid Wajdi di Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Farid mengatakan, KY meminta kepada semua pihak untuk menggunakan jalur yang tersedia, melalui upaya hukum, kalau memang merasa tidak puas. Semua pihak selayaknya bersikap proporsional dalam memandang hasil putusan pengadilan, tidak terlalu prejudice terhadap majelis hakim pengadilan.

“Teruslah percaya kepada sistem peradilan kita. Jika ada pelanggaran kode etik, KY terus untuk tetap objektif terkait kasus ini. Namun yang perlu ditegaskan, KY tidak akan masuk dalam ranah teknis yudisial menyangkut pertimbangan yuridis dan substansi putusan hakim,” ujarnya.

Di sisi advokasi, KY juga meminta kepada semua pihak agar tidak mengintervensi dengan merendahkan kehormatan dan keluhuran hakim.

“Di sisi lain, meski wewenang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara merupakan hak mutlak dan independensi hakim, tapi seharusnya hal tersebut tidak diartikan bahwa harus kedap atau buta terhadap rasa keadilan di masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...