KY Prihatin Atas Tertangkapnya Sejumlah Hakim di PN Medan

Editor: Koko Triarko

1.729
Juru Bicara KY Farid Wajdi. -Foto: M Hajoran
JAKARTA — Komisi Yudisial (KY), mengaku prihatin atas tertangkapnya sejumlah hakim dan panitera Pengadilan Negeri Medan, beberapa waktu lalu, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK.
“Atas terulangnya OTT oleh KPK yang melibatkan hakim dan panitera pengadilan di PN Medan, KY menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa tersebut. Untuk kesekian kalinya, tubuh lembaga peradilan tercoreng oleh segelintir hakim nakal,” kata Juru Bicara KY, Farid Wajdi, di Gedung KY Jakarta, Selasa (28/8/2018).
Farid mengaku, pihaknya sekitar tiga tahun yang lalu, pernah memperingatkan pentingnya perubahan mendasar terkait aspek integritas. Namun, hal itu belum sepenuhnya didengar, dan berujung terulangnya OTT di lingkungan peradilan TUN, yang melibatkan pengacara OC Kaligis, dan KY telah berupaya melakukan serangkaian usaha percegahan, agar kejadian ini tidak berulang kembali.
“Namun, hari ini kembali terulang peristiwa yang mencoreng dan menjadi tamparan bagi dunia peradilan. Kami yakin, seluruh jajaran peradilan masih punya energi besar untuk kembali bangkit. Jangan sampai ulah beberapa oknum tersebut menjadi stigma negatif terhadap usaha perbaikan peradilan,” terang Farid.
Dalam rangka pencegahan, sebut Farid, KY telah menggandeng unsur pimpinan pengadilan untuk bersama-sama meminimalisir potensi terjadinya pelanggaran kode etik. KY terus mengingatkan pimpinan pengadilan harus menjadi teladan yang menampilkan kemuliaan profesi.
“Sekali pun OTT kali ini justru melibatkan unsur pimpinan, tetapi KY akan terus melakukan hal itu. Perlu komitmen yang lebih besar dan tindakan konkret, lebih dari sekadar peraturan. Sebagai pimpinan, harus memberikan teladan kepada bawahan untuk tidak melanggar kode etik hakim,” sebutnya.
Sebagai profesi mulia, hakim harus sadar dan senantiasa menjaga kewibawaan. Namun, yang lebih penting, korps para hakim tidak terletak pada profesi, tetapi pada nilai.
“Mari sama-sama menjauhi korupsi untuk mengembalikan kepercayaan publik demi terwujudnya peradilan bersih dan agung,” ungkapnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (28/8/2018) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Mereka membawa 4 hakim, termasuk Ketua dan Wakil Ketua PN Medan, bersama 2 panitera.
Selain itu, KPK juga menyatakan, ada dua pihak swasta yang turut diamankan. OTT ini dikabarkan terkait penanganan perkara korupsi di Pengadilan Tipikor pada PN Medan.
Baca Juga
Lihat juga...