KY Sebut tak Pernah Berhenti Awasi Kinerja Hakim

197

MEDAN — Komisi Yudisial hingga kini tidak pernah berhenti mengawasi kinerja para hakim yang bertugas di Tanah Air, karena memang merupakan tugas dan tanggung jawab lembaga hukum tersebut.

“Komisi Yudisial (KY) diberikan kewenangan oleh negara memantau para hakim, apakah mereka telah sesuai dengan etik seorang penegak hukum dalam menangani perkara atau tidak,” kata Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial, Sukma Violetta, kepada wartawan usai bertemu dengan Kepala Pengadilan Tinggi Medan Cicut Sutiarso, Rabu (29/8/2018).

Bahkan, menurut dia, KY sudah berusaha melakukan peningkatan integritas terhadap para hakim tersebut.

“KY juga melakukan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mahkamah Agung terkait dengan peningkatan integritas itu,” ujar Sukma.

Ia mengatakan, kerja sama ketiga lembaga hukum itu, juga bertujuan untuk menghindari operasi tangkap tangan (OTT) ) tersebut.

Namun, teryata OTT terhadap oknum hakim masih saja terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Medan, yakni pada Selasa (28/8) sekitar pukul 08.30 WIB.

Tim KPK berhasil mengamankan empat orang hakim dan dua orang panitera yang bertugas di PN Medan.

“Ini benar-benar memprihatinkan dan ke depan diharapkan tidak terulang lagi. Cukuplah ini saja oknum hakim terjerat OTT yang dilakukan Lembaga Anti Rasuah,” ucap Ketua Bidang Pengawasan Hakim dari KY itu.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan dan berhasil mengamankan ketua, wakil, dua hakim, dan dua panitera Pengadilan Negeri Medan, Selasa (28/8).

Ketua PN Medan Marsuddin Nainggolan, Wakil Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim Sontan Merauke, Merry Purba (hakim adhoc), dan dua Panitera Tipikor PN Medan, Elfandi dan Oloan Sirait.

Humas PN Medan Erintuah Damanik membenarkan bahwa sejumlah anggota Komisi KPK membawa beberapa hakim dan panitera.

OTT itu, menurut dia, bermula hasil temuan petugas KPK dari ruangan kerja salah seorang hakim PN Medan Sontan Merauke. “Kemudian anggota KPK tersebut, melakukan penyegelan di ruangan kerja oknum hakim PN Medan itu,” ujarnya.

Erintuah belum dapat menjelaskan mengenai kasus yang menimpa oknum hakim dan panitera tersebut karena dibawa langsung oleh KPK.

“Para hakim dan panitera itu dibawa petugas KPK untuk dimintai keterangan oleh tim penyidik tersebut,” kata juru bicara PN Medan itu. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...