Lestarikan Budaya, Perajin Wayang Suket Adakan Workshop ke Sekolah-sekolah

137
Wayang suket - Foto: id.wikipedia.org

SOLO — Seorang perajin, Yhoga Riszki (28), asal Jalan Sindoro Raya Mojosongo Jebres Solo yang awalnya hobi membuat “wayang suket” dari bahan jerami kini mengadakan workshop ke sekolah-sekolah hanya untuk melestarikan budaya Indonesia.

Yhoga Riszki, seorang perajin wayang suket di Solo, mengatakan dirinya awalnya membuat wayang suket untuk cenderamata ke arah bisnis, tetapi sekarang lebih ke pendidikan agar para generasi muda sekarang mengetahui wayang suket merupakan budaya asli Indonesia.

Yhoga Rizky yang akrab dipanggil Gaga mengatakan dirinya sudah melakukan workshop ke sejumlah sekolah tingkat SD hingga SMP secara gratis, dan pihak sekolah menyambut antusias dengan idenya itu.

Selain itu, kata Gaga, dirinya bersama komunitasnya, Wayang Suket Indonesia, juga sering melakukan atau ikut pertunjukan sejumlah event di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

“Wayang suket ini budaya asli Indonesia yang digunakan bermain oleh anak-anak zaman dahulu. Namun, wayang suket sekarang sudah mulai terkikis masuknya budaya-budaya barat yang digembari generasi sekarang,” kata Gaga, Kamis (2/8/2018).

Padahal, kata dia, warga mancanegara seperti dari Hongaria dan Inggris yang sekarang mengikuti pendidikan di Institut Senin Indonesia (ISI) Surakarta, tertarik belajar budaya asli Indonesia tersebut.

Oleh karena itu, Gaga yang sebelumnya memproduksi wayang suket untuk bisnis kini beralih memberikan pengetahuan untuk para siswa atau generasi muda agar lebih mencintai budaya Indonesia itu, yang makin langka.

“Saya mengadakan workshop ke sekolah-sekolah biasanya memainkan sebuah cerita legenda rakyat kepada para siswa SD dan SMP seperti Malin Kundang, Timun Mas, dan Roro Jonggrang. Hal ini, menjadi daya tarik sendiri bagi siswa,” kata Gaga mengaku produksi wayang suket dengan mengeluarkan biaya sendiri.

Menurut Gaga pada wayang suket tersebut tidak ada tokoh seperti pada pewayangan kulit dalam pertunjukan, tetapi hanya empat ada karakter yakni laki-laki gagah pemberani, laki-laki harus, perempuan dan anak-anak.

Selain itu, kata dia, dalam pertunjukan wayang suket dibantu komunitasnya seperti visual latar belakang dekorasi dari rumput dan musik yang menambah tampilan menjadi menarik dan indah.

“Saya bersama komunitasnya sudah berkomitmen untuk terus melestarikan budaya asli Indonesia wayang suket ini. Dan, hal ini sangat menarik dan mnejadi tantangan bagi saya yang mencintai budaya Indonesia,” kata Gaga.

Krisztina Bogo, seniman asal Hongaria yang sudah belajar soal budaya Jawa Indonesia sudah dua tahun ini, dan tertarik dengan kerajinan wayang suket serta pertunjukan yang sering ditampilkan oleh Gaga.

“Saya ikut membantu jika Gaga ada kegiatan workshop dan pertunjukan. Saya ikut menyajikan dekorasi latar belakang dengan visual,” kata Krisztina.

Menurut dia, budaya Indonesia wayang suket rencana dibawa ke negaranya untuk diperkenalkan kepada masyarakat Hongaria, agar mengetahui negara ini, kaya budaya yang perlu diketahui. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.