Limbah Rumah Tangga Sebabkan Kualitas Air Menurun Setiap Tahun di NTB

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.285
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mardani Mukarom. Foto: Turmuzi

MATARAM — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mardani Mukarom mengatakan, hampir setiap tahunnya, kualitas air terutama sungai cenderung mengalami penurunan.

“Kalau kita lihat, kualitas air terutama air sungai menurun setiap tahun akibat tercemar limbah rumah tangga,” kata Mardani di Mataram, Rabu (1/8/2018).

Ia menyebut, pada tahun 2014 misalkan, kualitas air mencapai 53.50 persen, turun menjadi 42,46 persen pada 2015. Di 2016, 37,19 persen dan pada 2017 menjadi 33,03 persen.

Kualitas air yang mencapai 33,03 persen pada 2017 justru jauh dari besaran yang ditargetkan DLHK, sebesar 52 persen.

“Selain limbah rumah tangga yang menghasilkan bakteri E-coli, pencemaran air sungai juga disebabkan perilaku sebagian masyarakat yang masih suka BAB di sungai,” katanya.

Karena Itu yang harus didorong dan tugas Kabupaten Kota pada tahun 2018 adalah melakukan intervensi meningkat lingkungan hidup. Salah satunya dengan membangun kesadaran masyarakat, terutama yang tinggal di pinggiran sungai atau bantaran kali.

Dijelaskannya bahwa untuk wilayah NTB, kualitas air terendah adalah wilayah Kota Mataram, karena dipengaruhi oleh limbah e coli. Untuk meningkatkan kualitas air maka diperlukan pengelolaan yang lebih baik lagi.

Baca Juga
Lihat juga...