Literasi di Pantai, SMPN1 Lewolema Promosikan Pariwisata

Editor: Mahadeva WS

1.234

LARANTUKA – Gerakan literasi yang menggema di Kabupaten Flores Timur (Flotim) lewat gerakan Katakan Dengan Buku, mulai merambah ke sekolah-sekolah termasuk di SMPN1 Lewolema.

Maksimus Masan Kian – Foto Ebed de Rosary

Gerakan tersebut dimotori Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) cabang Flotim. “Kami ingin mengajak siswa mengenal literasi dengan cara yang tidak membosankan sekaligus ingin mempromosikan destinasi wisata yang ada di Flotim, sekaligus mendidik siswa menjaga kebersihan lingkungan,” sebut Guru SMPN1 Lewolema Maksimus Masan Kian, kepada Cendana News, Kamis (2/8/2018).

Maksi menjelaskan, komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema mengadakan kegiatan literasi di alam terbuka. Jika pekan lalu digelar di Pantai Waru, kali ini kegiatan digelar di Pantai Plea Nama Waimana II, Desa Halakodanuan. “Kami mengunjungi tempat ini dengan maksud melakukan pembersihan pantai, belajar menulis di alam terbuka dan melakukan promosi obyek wisata yang baru dikembangkan orang muda Waimana II ini, melalui tulisan,” tambahnya.

Laut yang biru, gulungan ombak, semilir angin pantai, bau pasir putih serta rindangnya pohon kelapa, tandas Ketua Agupena Flotim tersebut, adalah warna-warna alam pematik imajinasi siswa untuk belajar bersama di alam. “Sebagai bentuk terima kasih kepada alam, lingkungan tempat kita berpijak dan menghirup oksigen, kami selalu awali dengan pembersihan pantai. Siswa selain belajar menulis, juga belajar mencintai alam,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu, dilakukan pengenalan grup tertutup Facebook Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema. Melalui forum di media sosial tersebut, akan memberi ruang kepada siswa melatih menulis. Hal tersebut dapat membantu mencegah penggunaan akun media sosial untuk kegiatan bersifat negatif.

Siswa juga dikenalkan dengan buku harian. “Keberadaanya dapat menjadi sarana mengasah kemampuan menulis, media curahan perasaan dan pikiran, serta mendokumentasikan kegiatan berkesan yang dilakukan setiap hari,” ungkapnya.

Yuliana Watowele Hewen, salah satu anggota Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema menyebut, tertarik dengan metode pembelajaran literasi yang kreatif tersebut. Siswa langsung diajak bersentuhan dengan alam, yang membantu siswa berkreasi dan semangat siswa untuk membaca dan menulis.

Baca Juga
Lihat juga...