LKF 2018, Ajang Promosi Wisata Lampung

Editor: Mahadeva WS

186

LAMPUNG – Rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival (LKF) 2018, sebagai even kepariwisataan di Lampung, menginjak perhelatan ke-28. Salah satu momen pada penyelenggaraan kali ini adalah, mengenang meletusnya Gunung Krakatau pada 26 dan 27 Agustus 1883, atau sekitar 135 tahun silam.

Agenda LKF Ke-28, sudah digelar sejak 24 Agustus lalu, dan akan berakhir 26 Agustus. Kegiatan, mengambil lokasi di Bandarlampung dan Lampung Selatan. Chandra, salah satu pemilik agen perjalanan wisata di Lampung Selatan menyebut, Krakatau masih menjadi magnet bagi wisatawan. Perhelatan LKF yang digelar setiap tahun di Lampung Selatan, ikut memberi dampak positif bagi kunjungan wisatawan ke Pulau Sebesi, pulau yang berada terdekat dengan Gunung Anak Krakatau (GAK), yang saat ini masih aktif.

“Pesona Gunung Anak Krakatau selalu menjadi sajian yang menarik, bahkan meski sedang erupsi, justru banyak wisatawan yang ingin melihat kondisi letusan gunung api di tengah Selat Sunda tersebut,” terang Chandra saat ditemui Cendana News, Minggu (26/8/2018).

Chandra, yang juga nahkoda Kapal Motor Penumpang (KMP) Batang Hari 2 menyebut, setiap akhir pekan biasa mengantar 30 hingga 60 orang wisatawan. Sebagian wisatawan, menggunakan jasa dari Fun Trip, yang membuka layanan jasa perjalanan wisata ke sejumlah destinasi wisata di Lampung, diantaranya ke Krakatau dan Pulau Pahawang.

Khusus paket Fun Trip ke Krakatau, dari Jakarta ke GAK menempuh rute dermaga Canti Rajabasa, Pulau Sebesi, Kepulauan Krakata. Perjalanannya dipatok Rp400.000 per orang. Peserta mendapat fasilitas penjemputan, dari Pelabuhan Bakauheni dengan mobil. Dengan KMP Batang Hari 2, diantar ke Pulau Sebesi yang memiliki sejumlah objek wisata bahari. Objek wisata bahari menarik di Pulau Sebesi diantaranya, Lagoon Cabe, Pulau Umang Umang, Pulau Sebuku.

Sejumlah fasilitas cottage serta homestay, disediakan warga bisa dinikmati pada paket perjalanan dua hari satu malam tersebut. “Sejak Juni, sudah ada larangan wisatawan dan nelayan mendekat ke GAK dalam radius satu kilometer, dan ditingkatkan jadi dua kilometer, namun tidak mengurangi minat wisatawan,” tandas Chandra.

Pada perjalanan wisata ke Pulau Sebesi, Krakatau, satu kali perjalanan pulang pergi, satu kapal dicharter hingga Rp1,6juta. Selain KMP Batang Hari 2, sejumlah pemilik kapal penyeberangan kayu diantaranya, KMP Damar Laut, KMP Jaya Mulya, KMP Setia Jaya dan KMP Bagus Jaya, melayani rute wisata tersebut. Saat tidak ada paket wisata, kapal tetap melayani perjalanan reguler dari dermaga Canti ke dermaga Pulau Sebesi.

Sanusi, salah satu pemilik penginapan di Pulau Sebesi menyebut, perhelatan LKF ikut memberi dampak positif. Dari pengalaman tahun sebelumnya, sejumlah wisatawan akan kembali melakukan perjalanan ke Pulau Sebesi dan Krakatau. Saat wisatawan diajak oleh Dinas Pariwisata Provinsi Lampung pada ajang LKF, sejumlah wisatawan kerap menginap di homestay milik Pemkab Lamsel.

Pada kunjungan selanjutnya wisatawan bisa menyewa homestay yang disediakan warga. “Ajang LKF setidaknya menjadi sarana promosi potensi wisata, dan sudah terbukti karena sudah digelar puluhan kali,paket perjalanan wisata Krakatau terus ramai setiap pekan,” tandas Sanusi.

Yuda Sukmarina, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Yuda Sukmarina, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan menyebut, ajang LKF 2018 merupakan cara memperkenalkan destinasi wisata di Lampung. Pada perhelatan LKF ke-28, wisatawan diajak mengikuti Krakatau Tour. Pemerintah daerah mengajak ratusan wisatawan, sekaligus bloger, pegiat wisata, fotografer untuk melakukan perjalanan ke Krakatau tersebut.

Sejarah letusan Krakatau pada 135 tahun silam, yang terjadi pada 26 Agustus, ceritanya dimulai dari dermaga Bom Kalianda, Pulau Sebesi dan Krakatau. “Ajang LKF akan membawa manfaat bagi peningkatan ekonomi berbasis wisata khususnya bagi warga Lampung Selatan,” terang Yuda Sukmarina.

Yuda Sukmarina menyebut pesona indah yang dimiliki di Lampung Selatan diperkenalkan dalam Krakatau Tour. Melalui penyediaan fasilitas yang memadai, ia berharap destinasi wisata di Lampung dan Lampung Selatan khususnya semakin dikenal.

Sejumlah destinasi wisata unggulan di Lampung yang dikenal wisatawan diantaranya, Pulau Pahawang,Teluk Kiluan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Way Kambas. Selain itu di wilayah Lampung sesuai catatan Dinas Pariwisata memiliki sebanyak 64 air terjun, yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Lampung.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.