LKKS Mentawai, Berdiri untuk Membantu Warga Miskin

Editor: Mahadeva WS

175
Ketua Umum Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat Nevi Zuairina/Foto: M Noli Hendra

MENTAWAI – Berdirinya Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) di Kabupaten Kepulauan Mentawai pada 2014 lalu, tidak terlepas dari peran Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), program dari Yayasan Damandiri. Program tersebut diberikan untuk membantu keluarga kurang mampu. 

Keberadaan LKKS di daerah tersebut, akan memudahkan penyampaian bantuan dari Yayasan Damandiri ke daerah tersebut. Namun, sebelum LKKS di Mentawai bergerak, banyak hal perlu dipersiapkan, seperti studi banding ke sejumlah Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang ada di Sumatera Barat.

Sejarah berdirinya LKKS di satu-satunya daerah kepulauan, di Sumatera Barat tersebut, masih tersimpan dengan baik di ingatan Ketua Umum LKKS Provinsi Sumatera Barat, Nevi Zuairina. Menurutnya, setelah disahkan, LKKS di Mentawai langsung bergerak cepat.

Sebagai sebuah lembaga yang baru berdiri, sudah seharusnya melakukan studi banding. Tujuan berdirinya LKKS, sebagai upaya penguatan peran untuk mengeksekusi program pengentasan kemiskinan, dan kesejahteraan sosial di daerah tersebut. Ketika itu, daerah yang menjadi tujuan studi banding, adalah dua kecamatan di Kabupaten Solok, yaitu Kecamatan Junjung Sirih dan Kecamatan Lembang Jaya. Ada 10 orang yang terdiri dari enam orang pengurus dan empat orang dari LKKS Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Studi banding tersebut, didampingi Ketua Harian LKKS Sumatera Barat, Parlagutan Nasution, beserta jajaran pengurus LKKS Sumbar lainnya. “Bisa dikatakan Mentawai adalah daerah yang dulunya belum memiliki LKKS. Namun setelah menyelesaikan pembentukan LKKS di kabupaten dan kota di Sumatera Barat, barulah pembentukan LKKS di Mentawai dilakukan,” ujar Nevi, Minggu (26/8/2018).

Pembentukan LKKS di Mentawai penting, karena Mentawai memiliki penduduk yang secara ekonomi masih tergolong dibawah sejahtera. Untuk itu, sesuai dengan target Yayasan Damandiri, membantu keluarga kurang mampu, maka LKKS adalah ujung tombak untuk menjangkau masyarakat kurang mampu.

Sejauh ini, LKKS dan Posdaya, turut menghidupkan ekonomi masyarakat di Kepulauan Mentawai. Banyak usaha yang dilahirkan oleh tangan-tangan para ibu di Mentawai lewat lembaga tersebut. Sejumlah usaha rumahan, yang tergabung dalam wadah Posdaya, di antaranya kerajinan, usaha kuliner, semuanya kini, diperkirakan ada 30 lebih Posdaya yang telah tumbuh di Mentawai. “Pada Oktober mendatang, LKKS akan melakukan pembinaan di Mentawai. Upaya ini sebagai langkah untuk menumbuh kembangkan pelaku masyarakat untuk hidup lebih baik,” jelasnya.

Nevi menjelaskan, alasan banyaknya usaha masyarakat di Mentawai, bergabung di Posdaya, tidak terlepas dari hasil studi banding yang dilakukan pada 2014 lalu. Daerah yang didatangi memiliki usaha rakyat yang bagus. Sebut saja Posdaya di Kabupaten Solok, memiliki usaha ikan bilih yang dikelola oleh kaum ibu, di Danau Singkarak.

Setelah mendatangi usaha ikan bilih, masyarakat Mentawai juga menunjungi usaha anyaman rotan dan enceng gondok serta pengolahan ubi ungu menjadi makanan ringan, di Solok.  “Apalagi diketahui pula bahwa Tabur Puja telah menerima bantuan dari Yayasan Damandiri yang dimanfaatkan untuk pengembangan usaha masyarakat setempat,” jelasnya.

Kunjungan lapangan memberikan dampak yang cukup signilkan dirasakan manfaatnya. Khususnya bagi pengurus LKKS Mentawai, untuk menumbuhkan embrio Posdaya, dengan menggandeng Posdaya di daerah lain yang dianggap sudah berhasil. Melalui kegiatan tersebut, pengurus LKKS Kabupaten Kepulauan Mentawai dapat memperoleh pengetahuan, dan keterampilan yang dapat diaplikasikan secara konkrit.

Saat ini, LKKS Kabupaten Kepulauan Mentawai, terus menggencarkan berbagai program dan sosialisasi, dalam rangka pemberdayaan keluarga melalui wadah Posdaya. Kegiatan tersebut, sasaran akhirnya, pengentasan kemiskinan di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia tersebut.

Lihat juga...

Isi komentar yuk