Lomba Foto Senyum, Cara Hilangkan Ketakutan di Imunisasi

Editor: Mahadeva WS

1.003

LAMPUNG – Ada lomba foto senyum terbaik yang digelar di tengah-tengah pemberian imuniasi Meases Rubella (MR) di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Siswa yang diimunisasi akan difoto oleh petugas yang mengimunisasi.

Siswa yang dinilai fotonya memiliki senyum terbaik, akan mendapatkan hadiah berupa alat tulis dan hadiah menarik lainnya. “Pelaksanaan imunisasi MR bagi siswa sekolah memang sudah disosialisasikan sebelumnya. Meski sebagian siswa takut diinjeksi atau disuntik, namun lomba foto menjadi cara agar menarik siswa dan menjadikan siswa tidak takut,” terang Nasrullah, salah satu petugas medis Puskesmas Penengahan kepada Cendana News, Jumat (3/7/2018).

Kepala Puskesmas Penengahan, Syaiful Anwar menyebut, pelaksanaan imunisasi MR sudah dilakukan di sejumlah sekolah. Sasaran imunisasi MR dilakukan di sejumlah pos pelayanan terpadu,TK, SD hingga SMP. Imunisasi MR telah dilakukan di 30 SD di Kecamatan Penengahan.

Jumat (3/8/2018) menjadi hari ketiga pelaksanaan Imunisasi MR serempak di Kecamatan Penengah. Kegiatan dilakukan di SDN 2 Kuripan, SDN 2 Padan, SDN Taman Baru, SDN Ruang Tengah, SDN Kelau dan SDN 1 Pasuruan. Sebelumnya, saat pencanangan pertama pemberian imunisasi MR di Lampung Selatan, Dinas Kesehatan Lampung Selatan menargetkan sasaran imunisasi MR di wilayah tersebut adalah 274.097 anak. Imunisasi campak dan rubella mensasar anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Selama pelaksanaan imunisasi MR, Lampung Selatan membutuhkan 35.975 vaksin. “Setiap siswa yang sudah mendapatkan vaksin MR pada bagian tangan akan diberikan tanda sekaligus pendataan,” tambahnya.

Nasrullah memasukkan vaksin MR ke dalam alat suntik untuk diberikan kepada siswa di SDN 1 Pasuruan Kecamatan Penengahan Lamsel [Foto: Henk Widi]
Sosialisasi agenda imunisasi MR sudah dilakukan sejak awal tahun lalu. Oleh karenanya, sejumlah sekolah telah menjadwalkan kegiatan tersebut. Imunisasi MR ke sejumlah sekolah dan Posyandu ditargetkan selesai pada awal September. Setiap pelaksanaan pemberian imunisasi petugas juga melakukan pemantauan terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

KIPI merupakan suatu kejadian sakit, yang terjadi setelah menerima imunisasi yang diduga disebabkan oleh imunisasi. Untuk mengetahui hubungan antara pemberian imunisasi dengan KIPI, diperlukan pelaporan dan pencatatan semua reaksi yang tidak diinginkan, yang muncul setelah pemberian imunisasi. Sejauh ini ia memastikan belum ada KIPI yang ditemukan selama pemberian imunisasi MR di wilayah Puskesmas Penengahan.

Baca Juga
Lihat juga...