Mahasiswa UB Ciptakan Alat Memperpanjang Masa Simpan Cabai

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

228

MALANG — Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), yakni Nuriyya Saleh, Adzani Gaisani Arda dan Yuliani Widiastutik menciptakan Chili Treatment Box (Chitox), sebuah inovasi modern di bidang pertanian berbasis automatic Vacuum cooling Ultra Violet (UV) yang aman, praktis, dan efisien guna memperpanjang umur simpan cabai.

Seperti produk pertanian hortikultura lainnya, cabai merah merupakan salah satu komoditas yang mudah rusak dan busuk. Dalam hal ini diperlukan penanganan pasca panen yang tepat untuk memperpanjang masa simpan.

Nuriyya Saleh mengatakan, tanaman yang memiliki nama latin Capsicum annum L. Ini merupakan salah satu jenis komoditas hasil pertanian yang mudah dibudidayakan sekaligus banyak di konsumsi masyarakat namun memiliki kelemahan.

“Apabila cabai disimpan pada suhu ruang, maka hanya akan bertahan selama kurang lebih tujuh hari. Tapi dengan menggunakan inovasi Chitox, dapat bertahan hingga 17 hari,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Nuriyya, Chitox menggunakan teknologi sinar ultra violet yang berfungsi untuk inaktivasi serta menghambat pertumbuhan mikroba. Selain itu, terdapat vacuum cooling untuk memperlambat respirasi dan menurunkan kepekaan terhadap mikroba sehingga memudahkan pemindahan ke ruang pendingin.

Menurutnya, cara pengaplikasian chitox cukup mudah, tinggal memasukkan cabai pada alat yang sudah tersedia.

“Jadi dimasukkan dulu ke dalam Chitox untuk disinari dengan UV selama 5 menit agar mikroba yang ada pada cabai mati. Selanjutnya divakum selama 15 menit untuk mengurangi kadar air dan menginaktifkan enzim agar tidak cepat busuk,” terangnya.

Setelah dua proses tersebut, cabai akan dilapisi dengan edible coating atau lapisan lilin yang bisa di makan untuk menghambat kontak oksigen, dan mencegah susut bobot sehingga umurnya lebih panjang dan teksturnya lebih keras.

“Saat ini Chitox baru bisa menampung sebanyak dua Kilogram cabai dalam sekali proses,” sebutnya.

Sementara itu, Nuriyya berharap dengan adanya Chitox dapat membantu petani dalam penanganan tanaman cabai pasca panen, utamanya dalam memperpanjang masa simpan.

“Untuk sementara Chitox hanya dipergunakan pada Cabai, tapi untuk kedepannya tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan lagi agar bisa diterapkan pada produk hortikultura lainnya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...