Mantan Kalapas Sukamiskin: Saya Mengaku Bersalah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

398

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan tersangka Wahid Husen. Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tersebut diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) berupa suap atau gratifikasi.

Wahid mengakui bahwa dirinya telah bersalah karena melakukan tindakan melawan hukum. Dalam kesempatan tersebut dirinya sempat menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada pimpinan dan masyarakat secara umum.

“Dalam pemeriksaan ini, saya meminta maaf kepada pimpinan dan masyarakat atas segala kesalahan yang saya lakukan. Saya mengaku bersalah khususnya terkait pengelolaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Terkait materi pemeriksaan, Wahid enggan menanggapi pertanyaan wartawan. Ia bergegas memasuki mobil tahanan yang telah menunggu di depan Gedung KPK Merah Putih.

Sementara itu, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan, hingga saat ini penyidik telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pemberian fasilitas tambahan di sel Lapas Sukamiskin.

Disebutkan, dua tersangka diduga sebagai pihak penerima suap. Masing-masim Wahid Husen, mantan (Kalapas) Sukamiskin dan Hendry Saputra yang merupakan staf khusus Kalapas, yang berperan sebagai pihak perantara suap.

Sedangkan dua orang tersangka lainnya sebagai pihak pemberi suap. Tersangka pertama Fahmi Darmawansyah, seorang terpidana kasus korupsi suap di Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) Republik Indonesia. Fahmi merupakan seorang pengusaha yang juga suami artis Inneke Koesherawati.

Sedangkan tersangka kedua Andri Rahmat, seorang narapidana dalam kasus perkara Tindak Pidana Umum (Tipidum). Andri merupakan teman satu sel tahanan bersama Fahmi. Yang bersangkutan diduga berperan sebagai perantara suap untuk Kalapas Sukamiskin.

Baca Juga
Lihat juga...