Masyarakat Diminta Awasi Pembangunan Puskesmas Kopeta

Editor: Satmoko Budi Santoso

938

MAUMERE – Pejabat Bupati Sikka saat meletakkan batu pertama pembangunan Puskesmas Kopeta di Wairklau Litbang Maumere meminta agar masyarakat mengawasi kontraktor dalam pekerjaan termasuk melaporkan kepada aparat yang berwenang bila menemukan adanya ketidakberesan.

“Bekerjalah dengan baik, kalau kerja tidak baik maka masyarakat harus berani melaporkan. Saat rapat di DPRD Sikka sering dipersoalkan konsultan pengawas tidak berada di lokasi sehingga saya minta agar ini harus diperhatikan,” tegas pejabat Bupati Sikka, Flori Mekeng, Jumat (3/8/2018).

Puskesmas Kopeta, tandas Flori, diharapkan menjadi Puskesmas penyangga bagi RS TC Hillers Maumere untuk menampung pasien ibu-ibu hamil. Karena jadi Puskesmas model maka pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Pejabat Bupati Sikka, Flori Mekeng. Foto: Ebed de Rosary

“Sebagai Puskesmas model pelayanan yang selama ini telah diberikan kepada masyarakat di gedung yang lama harus ditingkatkan, bila sudah menggunakan gedung yang baru. Ini penting karena Puskesmas adalah wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakatnya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH menjelaskan, Puskesmas Kopeta dibangun dengan anggaran dari Dana Alokasi Dukungan Jaminan Kesehatan Nasional sebesar Rp2,3 Miliar yang dikerjakan oleh CV. Patriot.

“Awalnya, pembangunan gedung Puskesmas Kopeta beralamat di Jalan El Tarri. Namun akibat adanya penolakan dari TK Pembina Negeri dan ditindaklanjuti dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Sikka, meminta agar lokasi pembangunannya dipindah,” terangnya.

Sementara itu, Pjs. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko menjelaskan, pihaknya bersikeras agar pembangunan Puskesmas Kopeta di depan gedung TK Pembina Negeri dipindah. Sebab lahan tersebut akan dibangun kantor dinas PKO Sikka.

“Memang, di tempat tersebut merupakan lahan kosong. Namun ada gedung kantor pengawas TK dan SD serta di lokasi tersebut akan dibangun kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) ke depan,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Patrisius, adanya Puskesmas Kopeta di depan sekolah TK Pembina Negeri tentu akan mengganggu kegiatan belajar mengajar anak-anak usia dini. Setiap hari mereka harus mendengar tangisan orang saat ada pasien yang meninggal atau ada suara sirene
ambulans saat mengantar pasien.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.