Menkes, Masyarakat yang Menolak MR Diminta Tunggu Fatwa MUI

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

998
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek saat diwawancarai media usai pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) membahas vaksin Maesles Rubella (MR) di kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (3/8/2018). Foto : Sri Sugiarti.

JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Farid Moeloek memenuhi undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait vaksin Measles Rubella (MR) yang status kehalalannya belum jelas.

Pertemuaan antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), PT Bio Farma dan MUI tersebut dilakukan tertutup di kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (3/8/2018). Pertemuan digelar dalam rangka mencari solusi terkait polemik, karena masyarakat sangat membutuhkan informasi status kehalalan vaksin MR ini.

“Kami dari Kementerian Kesehatan akan menyurati Serum Institute of India untuk menanyakan sekali lagi bahan-bahan vaksi MR,” kata Nila kepada awak media usai pertemuan.

Menkes mengatakan, pihaknya sudah menanyakan hal serupa sejak tahun lalu sebagai upaya mendorong pihak SII sebagai produsen vaksin MR agar mensertifikasi halal produknya.

“Jadi ini masih proses,” ujarnya.

Proses pengurusan tersebut menjadi dasar Kemenkes tetap melakukan imunisasi terhadap masyarakat yang tidak mempermasalahkan halal dan haramnya vaksin MR.

Namun demikian kata dia, bagi masyarakat yang menolak, diminta untuk menunggu fatwa dari MUI.

“Insha Allah dalam waktu tidak lama sudah sertifikasi halal,” ucanya.

Sertifikasi halal vaksin ini akan dikeluarkan oleh MUI. Namun sebelumnya, jelas dia, dokumen akan diulang lagi oleh PT Biofarma yang kemudian akan diserahkan kepada Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obat dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk diproses.

Baca Juga
Lihat juga...