Menteri PPPA Sebut Partisipasi Perempuan di Politik Masih Rendah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.068

MALANG — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menilai, tingkat partisipasi kaum perempuan Indonesia di kancah politik masih cukup rendah.

Masih banyaknya dominasi laki-laki di posisi strategis ditengarai sebagai salah satu penyebab sedikitnya kaum perempuan yang duduk di kursi parlemen maupun kepala daerah.

“Kenyataan situasi saat ini, hanya 17 persen perempuan yang duduk di kursi parlemen dari jatah 30 persen yang diamanahkan Undang-undang,” ungkapnya saat memberikan kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (2/8/2018).

Menurutnya, untuk menaikkan angka dari 17 persen menjadi 30 persen memerlukan perjuangan yang luar biasa.

“Ini merupakan perjuangan yang besar. Semoga di pemilihan DPR RI maupun DPD RI yang akan datang dapat mencapai 30 persen,” ucapnya.

Disebutkan, bilamana menduduki kursi parlemen maka suara perempuan dan anak-anak akan bisa diangkat.

Selain dominasi laki-laki, penyebab lain adalah faktor pendanaan dan rasa pesimis, karena banyak perempuan yang kalah ketika maju sebagai calon legislatif (Caleg).

Mereka menganggap perempuan tidak memiliki dana yang cukup untuk mencalonkan diri yang akhirnya menyebabkan tidak tertarik untuk mendaftarkan sebagai Caleg.

Tidak hanya di parlemen, perempuan yang menjadi kepala daerah di Indonesia hanya sedikit, sekitar 86 orang dari 500 lebih kabupaten kota seluruh Indonesia.

“Tapi untung sekali, di Jawa Timur telah melahirkan pemimpin perempuan untuk menjadi gubernur,” ujarnya.

Lebih lanjut Yohane menyebutkan, untuk memotivasi, pihaknya telah memberikan pelatihan ke semua provinsi yang ada untuk membuat perempuan tertarik terjun ke dunia politik.

Pihaknya punya grand disain dan modul-modul yang dibagikan kepada perempuan di seluruh Indonesia hingga ke Kabupaten dan kota. Selain itu, masuk ke perguruan tinggi khususnya ke Fakultas Ilmu Politik untuk mengajak mahasiswi nantinya pada saat selesai kuliah tertarik dengan politik.

“Termasuk juga bekerjasama dengan LSM untuk membangkitkan semangat kaum perempuan agar tertarik dengan politik. Dengan cara seperti itu, mudah-mudahan ke depan perempuan Indonesia bisa semakin maju dan semakin tertarik dengan dunia politik,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.