Menteri Susi Berharap Festival Muara Baru Libatkan ‘Emak-emak’

Editor: Koko Triarko

691
JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan, Muara Baru, Jakarta Utara, memiliki potensi besar untuk menarik pengunjung.
“Muara Baru ini, kan sebenarnya luar biasa bisa, menjadi tontonan masyarakat, pasar ikannya nanti kami bangun besar, bersih, terjaga, semua orang akan senang datang ke Muara Baru,” kata Susi, di Jalan Muara Baru Ujung, Jakarta Utara, Sabtu (11/8/2018).
Selain itu, Susi meminta agar festival perikanan bisa dibuka untuk masyarakat lebih luas, dan bisa masuk dalam agenda di Pemprov DKI Jakarta. “Lebih dibuka untuk masyarakat umum. Lomba apa kek, biar mereka senang dan gembira, itu namanya festival. Stakeholders-nya banyak, ada mama-mama penjual ikan, ibu-ibu nelayan, PKK. Jangan cuma sehari, festivalnya harus seminggu paling tidak, dan agendanya di kalender DKI,” katanya.
Dia membandingkan dengan Pasar Ikan Tsukiji yang ada di Jepang. Susi mengatakan, Pasar Tsukiji bisa didatangi puluhan juta pengunjung setiap tahun. Dia memberi bayangan, potensi keuntungan yang bisa diraih masyarakat.
“Seperti orang senang datang ke, misalnya pelabuhan perikanan di Eropa, Jepang, di Tsukiji, itu cantik menjadi atraksi turis. Tsukiji itu pengunjungnya puluhan juta orang tiap tahun, disuruh bayar setengah dollar, Rp5.000 saja sudah berapa itu uang bisa masuk pendapatan daerah,” kata Susi.
Ibu dengan suara serak itu bersikap keras untuk melawan kejahatan seperti pencurian ikan. “Pokoknya kalau ada yang berkelahi di sini, seperti pencurian ikan, Ibu tenggelamin,” ucap Susi.
Karena itu, Susi pun mengapresiasi kegiatan Festival Muara Baru. Dalam festival itu, digelar juga lomba memasak antarkoki kapal. Susi meminta, festival ini bisa digelar lebih meriah lagi ke depannya.
Menurut Susi, masyarakat umum yang dilibatkan harus lebih banyak. Susi mengatakan, festival harus bisa memberi keceriaan. “Tadi saya lihat banyak penduduk di sekitar itu, harusnya diangkutin bus, suruh pakai baju bagus, lomba apa kek, biar mereka senang dan gembira. Itulah yang namanya festival,” ujar Susi.
Menurutnya, jika hanya koki kapal saja yang berkompetisi, kurang adil, karena stakeholders-nya banyak. Ada mamak-mamak penjual ikan, ada ibu-ibu nelayan, ibu-ibu PKK dan lainnya.
Festival Muara Baru diselenggarakan untuk menyambut HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Selain itu juga, bertujuan memperkuat posisi Muara Baru sebagai ikon DKI Jakarta, dalam hal pelabuhan perikanan yang bercitra sehat, bersih, dan nyaman.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.