Motor Listrik Hasil Karya Mahasiswa ITS, Banyak Dipesan

379

JAKARTA — Motor listrik Gesits, hasil karya riset mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember, hingga saat ini sudah dipesan hingga 5.000 unit melalui prapemesanan daring.

“Sudah 5.000 unit pemesanan sejak pertama kita perkenalkan di ITS Surabaya 2016,” kata CEO PT Gesits Technologies Indo, Harun Sjech, di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Prapemesanan motor listrik ini sudah bisa dilakukan di laman resmi Gesits di alamat www.gesits.co.id meski belum dikomersialisasi karena belum ditetapkan harga jualnya.

Masyarakat yang ingin memesan hanya tinggal mengisi data yang diminta pada formulir pemesanan dengan memasukan data secara benar yang bisa diverifikasi.

Para pemesan yang sudah melakukan prapemesanan daring berhak membeli motor listrik Gesits setelah diluncurkan sesuai dengan urutan nomor antrean.

Motor listrik Gesits juga akan dijual dengan harga lebih murah dari harga motor listrik lainnya, dan bahkan harga yang kompetitif dengan produk motor konvensional. “Kami menargetkan di bawah Rp20 juta,” kata Harun.

Selain di luar 5.000 unit pesanan secara individu, Harun mengatakan juga sudah mengantongi 15 ribu nota kesepahaman dengan institusi yang akan membeli motor listrik Gesits.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, akan memerintahkan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menggunakan motor listrik Gesits untuk operasional.

Nasir mengungkapkan Pemerintah Provinsi Bali sudah memesan motor Gesits sebanyak 10 ribu unit.

Motor listrik Gesits akan diproduksi oleh PT Wika Industri dan Konstruksi di Gunung Putri Bogor dengan kapasitas produksi 50 ribu unit dalam satu tahun yang masih bisa ditingkatkan menjadi 100 ribu unit setahun.

Motor karya anak bangsa ini memiliki fitur canggih karena disematkan ponsel pintar di dalamnya yang berfungsi untuk memandu pengendara.

CEO PT Gesits Technologies Indo, Harun Sjech, mengatakan, ponsel pintar tersebut akan berfungsi sebagai smart dashboard pada motor. “Smartphone tadi fungsinya sebagai smart dashboard, peedometer-nya pakai handphone,” kata Harun.

Harun belum mau mengungkap keseluruhan fitur dari smart dashboard yang ada pada motor listrik Gesits. Namun salah satu fungsinya ialah untuk melihat di mana tempat penukaran baterai terdekat ketika pasokan daya motor mulai menurun.

Harun menjelaskan nantinya pengendara motor Gesits tidak perlu pusing untuk mengisi ulang baterai karena bisa dilakukan hanya dengan menukar baterai di swap station resmi milik Gesits.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan dirinya sudah meminta Pertamina untuk bekerja sama dalam menyediakan swap station baterai Gesits di SPBU milik Pertamina.

Harun menerangkan motor listrik Gesits bisa menempuh perjalanan rata-rata 60 kilometer dengan kecepatan yang berbeda-beda. Sementara kecepatan maksimum motor listrik karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini bisa mencapai 110 km/jam.

Dia menjelaskan perbedaan signifikan motor listrik dengan motor konvensional berbahan bakar minyak pada saat kondisi macet seperti di DKI Jakarta.

Motor listrik tidak akan memakan daya sama sekali ketika berhenti ataupun dalam kondisi macet, sementara motor konvensional terus melakukan pembakaran dan mengonsumsi bahan bakar saat berhenti atau lalu lintas macet. Rencananya Gesits akan diluncurkan pada September dan mulai diproduksi massal pada November 2018.

Harun mengatakan akan memproduksi secara terbatas pada awal masa produksi untuk memastikan semua sistem bekerja dengan baik, sekaligus memberikan bukti kepada masyarakat tentang motor listrik buatan Indonesia. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...