Mudji Sutrisno SJ: ‘Oma Nusantara’ Beri Makna Baru Keberagaman

Editor: Koko Triarko

666
Mudji Sutrisno, SJ –Foto: Akhmad Sekhu
JAKARTA  – Dalam pameran ‘Oma Nusantara’, tiga pelukis mencoba mengangkat sejarah berbagai daerah, dari Sabang sampai Merauke. Mereka memberi makna baru tentang keragaman Indonesia.
“Saya menyambut baik Balai Budaya kembali menjadi kantong kebudayaan yang menjadi cermin semakin terpinggirkannya kebudayaan, karena kebudayaan semakin tidak mendapat tempat,“ kata Mudji Sutrisno, SJ mengawali paparannya sebagai pembicara dalam acara diskusi ‘Seni Oase Jernih Keberagaman’ di pameran Oma Nusantara, di Bentara Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/8/2018).
Mudji mengaku, jika dahulu dirinya sempat masuk KPU (Komisi Pemilihan Umum), yang kata orang sebagai lahan basah, tapi kemudian ia mundur. “Lalu saya kembali ke kampus untuk menjalani jalan kesunyian atau jalan kebudayaan,“ ungkapnya.
Dalam diskusi, Romo Mudji memaparkan tentang tesis-tesis strategi kebudayaan. Pertama, menjadi Indonesia dalam bingkai strategi kebudayaan. Kedua,  pengalaman menjadi Indonesia menjadi kawan kritis terhadap sentralisasi atau rumusan besar puncak-puncak kebudayaan.
Ketiga, menghayati kebudayaan dalam strategi yang menaruh harkat manusia Indonesia sebagai manusia seutuhnya.
Menurut Mudji, keIndonesiaan adalah yang baik, yang benar, yang suci, yang indah, yang menunjukkan keberagaman, baik itu suku, ras, dan agama. “Semua itu patut dijaga, agar tetap utuh dalam persatuan untuk Indonesia,“ bebernya.
Mudji juga menyampaikan tentang literasi, yaitu budaya baca dan budaya tulis yang diajarkan saat pendidikan sekolah dasar. “Banyak pepatah bijak yang menunjukkan keberagaman, seperti ‘lain ladang lain belalang’, ‘lain lubuk lain ikannya’, ‘dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung’, “ paparnya.
Dalam pameran ‘Oma Nusantara’ ini, Mudji menyebut tiga pelukis mencoba untuk mengangkat sejarah berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke. “Mereka memberi makna baru tentang keberagaman Indonesia, di mana setiap daerah memang punya adat dan kebiasaan yang punya ciri khas masing-masing, tapi justru keberagaman itu menjadi kekayaan dan sekaligus juga kekuatan Indonesia,” tegasnya.
Mudji mengajak masayarakat untuk merajut bersama keberagaman untuk menyatu dalam keindahan. “Indonesia dalam keberagaman, kebhinekaan itu proses untuk menjadi satu, tunggal ika, sebagaimana semboyan dasar negara kita,“ pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...