MUI: Tsunami Narkoba Melibas Generasi Muda

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

386

JAKARTA — Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin mengaku sangat prihatin terkait penyalahgunaan narkoba yang saat ini masif di masyarakat. Pihaknya sebagai khadimul ummah atau pelindung umat bertekad untuk terus berperang.

“Jangan sampai ada tsunami narkoba. Ini sangat berbahaya, bisa melibas generasi muda,” kata Ma’ruf pada seminar Berbagi Pengalaman dalam Pencegahan dan Penanganan Narkoba di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

MUI berkomitmen berpartisipasi dalam penanggulangan dengan membentuk Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) yang disandingkan dengan BNN dan kepolisian.

Menurutnya, bahaya ini sangat global, Indonesia pun menjadi darurat narkoba. Dalam menghadapinya perlu langkah sinergi dengan lembaga negara.

Dengan Ganas Annar yang telah dibentuk di beberapa provinsi bahkan hingga ke desa-desa, tambahnya, MUI terus mensosialisasikan dengan berbagai penyuluhan, pelatihan, dan bentuk-bentuk pencegahan lainnya.

Namun demikian, sebut dia, tak dipungkiri jika dibandingkan dengan sepak terjang pengedar atau bandar yang begitu kuat, tentunya masih kalah. Sehingga untuk memberantasnya perlu gerakan ekstra yang menjadi komitmen semua pihak.

MUI, sebelumnya telah bergerak menanggulangi dengan mengeluarkan fatwa. Bahwa narkoba itu haram dan pengedarnya harus dihukum mati.

Dia menyebutkan, ada institusi yang meminta fatwa itu dihapus, dengan alasan mereka, meskipun dihukum mati, pelaku tidak akan pernah jera.

“Saya bilang dihukum mati saja tidak jera apalagi tidak dihukum mati. Tapi kalau dihukum mati lama-lama juga jera. Aparat harus bertindak tegas jangan nunda-nunda hukuman matinya,” tukas Ma’ruf.

 

 

Senada, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Muhyiddin Junaidi menambahkan, Indonesia merupakan negara ketiga terbesar pengguna dan pengedar narkoba. Negara Timur Tengah dengan penduduk 380 juta jiwa juga tidak pernah terbebas.

“Ini masalah dunia, bukan hanya nasional maupun regional. Pelaku dan pengedar menghalalkan berbagai cara untuk merusak generasi muda,” kata Muhyiddin.

MUI menghimbau orang tua membentengi generasi muda dengan akidah yang kuat supaya terhindar. MUI juga perduli dan berkomitmen untuk penanggulangi dengan program-program Ganas Annar yang diyakini bisa membentengi generasi muda.

Menurutnya, narkoba ini adalah bisnis menggiurkan dan ada semacam konsfirasi dari organisasi tertentu untuk menghancurkan generasi muda di negara-negara Islam.

“Narkoba ini jadi kepentingan global sangat berbahaya. Lebih dahsyat bahayanya daripada bom dan terorisme,” tukasnya.

Baca Juga
Lihat juga...