Nevi Zuairina: Posdaya Dibutuhkan untuk Dampingi Masyarakat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

212

PADANG PARIAMAN — Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat, Nevi Zuairina menyebutkan, peran lembaga sosial, seperti pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) Yayasan Damandiri, Baznas dan pemerintah sangat penting dalam mengentaskan kemiskinan. Terutama melalui program kemasyarakatan.

“Keberadaan lembaga sosial di lingkungan masyarakat dibutuhkan dalam memberikan konsultasi, pendampingan dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan keluarga, seperti Posdaya,” kata Istri Gubernur Sumatera Barat tersebut.

 

 

Nevi Zuairina menyebutkan, pihaknya menyadari banyaknya masalah sosial LKKS berperan dalam mengurangi dan menekan laju pertumbuhan masalah sosial.

“LKKS memandang perlu melakukan dua pendekatan yaitu dengan meningkatkan kapasitas lembaga-lembaga Kesejahteraan Sosial ataupun organisasi Sosial,” terangnya saat melakukan pembinaan di Kabupaten Padang Pariaman tepatnya di Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman, Senin (27/8/2018).

Ia menyebutkan, sebagai lembaga kesejahteraan sosial di tingkat jorong, desa, atau kelurahan, Posdaya memiliki peran penting dan strategis dalam penanganan masalah kemiskinan, maupun penguatan fungsi-fungsi keluarga.

Nevi menjelaskan, Posdaya perlu terus ditingkatkan peranannya, LKKS Provinsi Sumatera Barat dan LKS kabupaten/kota memiliki tugas untuk membina dan mengkoordinasikan organisasi/lembaga sosial dalam menumbuhkan kembangkan Posdaya.

“Hingga sekarang telah terbentuk 779 Posdaya yang tersebar di Sumatera Barat. Dalam meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya maka pada tahun ini, LKKS Provinsi Sumatera Barat melakukan pelaksanaan bimbingan teknis,” ujarnya.

Menurutnya, LKKS sebagai mediator dari donatur untuk menyalurkan bantuan untuk pelaku usaha, perorangan, maupun lembaga pemerintah dan non pemerintah, turut melaksanakan program mengentaskan kemiskinan.

Setiap dilakukannya bimtek kepada kader Posdaya, LKKS membiasakan meninjau langsung kondisi usaha rakyat.

Saat mengunjungi Pasar, Nevi menjumpai beberapa anggota Posdaya Amanah, salah satunya Ibu Marlina yang kesehariannya menjual bakso, dan Ibu Anarita berjualan Serabi. Rata-rata mereka mengalami kekurangan modal usaha untuk membeli bahan serta daya jual yang semakin menurun.

Ia berharap dengan adanya Bimtek tersebut melalui Posdaya dapat memberikan dorongan, tidak hanya dalam bentuk bantuan namun juga forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, informasi dan wadah koordinasi bagi masyarakat, melalui kegiatan lembaga sosial di tingkat nagari dan jorong.

Baca Juga
Lihat juga...