Oleh-oleh Haji di Banjarmasin Laris Manis

Editor: Mahadeva WS

184

BANJARMASIN – Pembatasan barang bawaan bagi jamaah haji, menjadi berkah tersendiri bagi penjual oleh-oleh khas arab di Banjarmasin. Setiap tahunnya para pedagang yang ada di pasar tradisional tersebut memperoleh pendapatan lumayan dari rangkaian pelaksanaan Rukun Islam tersebut.

Owner Toko Abu Dhabi H Zafar – Foto Arief Rahman

Dari kebijakan pembatasan, para pedagang saat ini kebanjiran pembeli. Jamaah haji banyak menambah oleh-oleh dengan cara membeli di tanah air untuk dibagikan kepada kerabat maupun kolega di rumah. “Sudah sepekan ini pembelian oleh-oleh khas arab ramai. Jika dibandingkan hari biasa, kenaikannya mencapai 20 persen,” ucap salah satu pedagang oleh-oleh khas arab di Pasar Sudimampir, Banjarmasin, H Zafar, Minggu (26/8/2018).

Oleh-oleh yang banyak di beli diantaranya kurma, kismis, kacang-kacangan hingga air zam-zam. “Untuk kurma dijual mulai dari Rp40.000 sampai Rp200.000 perkilo. Untuk jenis kacang dibandrol Rp70.000 sampai Rp100.000 perkilo. Kemudian untuk kismis dijual Rp100.000 perkilo. Sementara untuk air zam-zam kita jual Rp500.000 per lima liternya,” ungkap Owner Toko Abu Dhabi tersebut.

Selain kudapan, beberapa aksesoris khas arab lainnya juga ramai dibeli masyarakat, seperti tasbih dan lipstik. Untuk tasbih dijual Rp40.000 perlusin, sementara lipstik mulai dari Rp50.000 sampai Rp100.000 perbuah. “Kenaikan ini akan terus berlanjut hingga momen puncak ibadah haji berakhir,” tambahnya.

Pedagang lainnya, H Akhmadi, menyebut adanya peningkatan pembelian oleh-oleh di masyarakat hingga 30 persen dibanding hari biasa. Walau mengalami kenaikan, Akhmadi menjamin, harga jual oleh-oleh tidak mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Meski nilai Dollar tukar terhadap Rupiah naik signifikan.

“Harusnya naik, namun kami sepakat untuk tidak menaikkan harga untuk sementara waktu dan lebih memilih mengurangi margin keuntungan saja. Hal tersebut karena situasi ekonomi kita saat ini sedang sulit, jadi tentu kalau menaikkan harga sedikit saja bisa berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk membeli,” jelasnya.

Dilain pihak, Azizah, salah satu pembeli oleh-oleh khas arab di Pasar Sudimampir menyebut, membeli berbagai macam kudapan dan aksesoris khas arab untuk menyambut keluarganya yang akan pulang dari Ibadah Haji. “Kalau beli oleh-oleh disini tentunya keluarga disana tidak perlu repot lagi membawa banyak oleh-oleh dari Arab Saudi. Selain itu kalau kita bandingkan harganya tidak ada perbedaan, bahkan untuk produk tertentu jauh lebih murah,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.